{"id":1040,"date":"2023-02-28T23:59:00","date_gmt":"2023-02-28T16:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/contenthub.markplusinstitute.com\/?p=1040"},"modified":"2026-03-17T16:58:11","modified_gmt":"2026-03-17T09:58:11","slug":"menyusun-strategi-pemasaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/menyusun-strategi-pemasaran\/","title":{"rendered":"Menyusun Strategi Pemasaran Berdasarkan Konsep 9 Elemen Marketing"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apasih_pentingnya_menentukan_strategi_pemasaran\"><\/span><strong>Apasih pentingnya menentukan strategi pemasaran?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/menyusun-strategi-pemasaran\/#Apasih_pentingnya_menentukan_strategi_pemasaran\" >Apasih pentingnya menentukan strategi pemasaran?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/menyusun-strategi-pemasaran\/#Apa_tujuan_strategi_pemasaran\" >Apa tujuan strategi pemasaran?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/menyusun-strategi-pemasaran\/#Bagaimana_cara_menyusun_strategi_pemasaran\" >Bagaimana cara menyusun strategi pemasaran?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/menyusun-strategi-pemasaran\/#Segmenting_A%C2%A2a%E2%80%9A%C2%ACEoeMappingA%C2%A2a%E2%80%9A%C2%ACa%E2%80%9E%C2%A2_Strategy\" >Segmenting: \u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00cb\u0153Mapping\u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00e2\u201e\u00a2 Strategy<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/menyusun-strategi-pemasaran\/#Targeting_A%C2%A2a%E2%80%9A%C2%ACEoeFittingA%C2%A2a%E2%80%9A%C2%ACa%E2%80%9E%C2%A2_Strategy\" >Targeting: \u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00cb\u0153Fitting\u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00e2\u201e\u00a2 Strategy<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/menyusun-strategi-pemasaran\/#Positioning_A%C2%A2a%E2%80%9A%C2%ACEoeBeingA%C2%A2a%E2%80%9A%C2%ACa%E2%80%9E%C2%A2_Strategy\" >Positioning: \u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00cb\u0153Being\u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00e2\u201e\u00a2 Strategy<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kali ini, kita akan mengupas lebih lanjut tentang satu bagian dari&nbsp;<em>STV-triangle,&nbsp;<\/em>yakni strategi. Strategi merupakan eksplorasi untuk memahami segmen pasar, memilih sasaran pasar (<em>target market<\/em>), dan menetapkan&nbsp;<em>positioning&nbsp;<\/em>perusahaan yang akan dibentuk di benak pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_tujuan_strategi_pemasaran\"><\/span><strong>Apa tujuan strategi pemasaran?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Marketing strategy&nbsp;<\/em>disusun agar perusahaan dapat memenangkan&nbsp;<em>mind-share&nbsp;<\/em>yang merupakan proses membangun&nbsp;<em>consumer awaremess&nbsp;<\/em>atau mengenalkan konsumen terhadap merek ataupun produk. Dengan memiliki&nbsp;<em>mind-share<\/em>, perusahaan dapat menggiring konsumen untuk menggunakan produk. Maka dari itu, tujuan utama strategi pemasaran adalah mendapatkan&nbsp;<em>mind-share.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_cara_menyusun_strategi_pemasaran\"><\/span><strong>Bagaimana cara menyusun strategi pemasaran?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyusun strategi pemasaran (<em>marketing strategy<\/em>) terdiri dari tiga kegiatan yakni&nbsp;<em>segmenting, targeting,&nbsp;<\/em>dan<em>positioning.&nbsp;<\/em>Tiga kegiatan tersebut biasa disingkat menjadi STP, yang bertujuan untuk memberi gambaran konsumen yang berpotensi menginginkan produk yang akan ditawarkan. Simak penjelasan dari masing-masing kegiatan tersebut!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Segmenting_A%C2%A2a%E2%80%9A%C2%ACEoeMappingA%C2%A2a%E2%80%9A%C2%ACa%E2%80%9E%C2%A2_Strategy\"><\/span><strong><em>Segmenting: \u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00cb\u0153Mapping\u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00e2\u201e\u00a2 Strategy<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam tahap menyusun&nbsp;<em>marketing strategy&nbsp;<\/em>ini, perusahaan harus men-<em>discover&nbsp;<\/em>target pasarnya. Kemudian, mengelompokkan&nbsp;<em>customer&nbsp;<\/em>berdasarkan kemiripan untuk mengenali pasar. Sehingga ditemukan jawaban dari: pelanggan seperti apa yang ingin dilayani? Tiga hal utama yang harus dilakukan pada tahap ini adalah melihat keadaan pasar, membagi konsumen ke dalam segmen sesuai kategori, dan terakhir mengenali segmen mana yang akan dilayani kebutuhannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka dari itu, dapat disimpulkan&nbsp;<em>segmenting&nbsp;<\/em>merupakan proses membagi pasar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil berdasarkan karakteristik serupa dari perilaku pelanggan, dan kemudian menentukan segmen-segmen mana yang akan dilayani. Pembagian pelanggan ini dapat dilakukan dengan atribut statis dan atribut dinamis. Atribut statis adalah penggolongan segmentasi berdasarkan atribut tetap yang tidak menggambarkan perilaku pembelian dan penggunaan, seperti melalui geografis dan demografis. Kemudian, atribut dinamis merupakan penggolongan segmentasi berdasarkan atribut dinamis yang menggambarkan langsung karakteristik yang mempengaruhi keputusan customer dalam membeli, contohnya nilai yang dianut (<em>value<\/em>), perilaku (<em>attitude<\/em>), dan gaya hidup (<em>lifestyle<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Targeting_A%C2%A2a%E2%80%9A%C2%ACEoeFittingA%C2%A2a%E2%80%9A%C2%ACa%E2%80%9E%C2%A2_Strategy\"><\/span><strong><em>Targeting: \u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00cb\u0153Fitting\u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00e2\u201e\u00a2 Strategy<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Targeting&nbsp;<\/em>merupakan tahap dimana perusahaan me-<em>lock&nbsp;<\/em>atau memilih segmen yang paling menarik sebagai tujuan pemasaran utama. Pada tahap ini, perusahaan memutuskan pelanggan mana yang akan mereka layani. Tahapan yang dilewati adalah mengevaluasi segmen-segmen yang sudah dibuat, menilai daya tarik segmen dan potensi segmen untuk tumbuh, kemudian memilih segmen untuk dijadikan target konsumen. Jadi, targeting merupakan rangkaian proses menempatkan perusahaan ke dalam segmen&nbsp;<em>target market&nbsp;<\/em>yang sudah dipilih dengan tepat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelumnya, dapat dilakukan evaluasi terhadap segmen pasar untuk menilai daya tariknya. Terdapat 4 kriteria yang dapat digunakan, yakni&nbsp;<em>market size, market growth, competitive situation,&nbsp;<\/em>dan<em>&nbsp;competitive advantage.&nbsp;<\/em>Evaluasi&nbsp;<em>market size&nbsp;<\/em>digunakan untuk memastikan segmen cukup besar dan menguntungkan. Kemudian,&nbsp;<em>market growth&nbsp;<\/em>diperhatikan untuk melihat pertumbuhan segmen pasar yang ingin dibidik.&nbsp;<em>Competitive situation&nbsp;<\/em>membantu&nbsp;<em>marketer&nbsp;<\/em>mempertimbangkan situasi persaingan yang mempengaruhi, baik langsung maupun tidak langsung. Yang terakhir,&nbsp;<em>competitive advantage&nbsp;<\/em>digunakan untuk mengevaluasi keunggulan perusahaan untuk mendominasi atau melayani segmen terpilih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memutuskan berapa segmen dan jenis produk yang akan ditawarkan ke pasar, perusahaan dapat melakukannya berdasarkan evaluasi target dan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Segmen yang dapat dipilih diantaranya adalah&nbsp;<em>single segment, selective specialization, market specialization, product specialization,&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>full market coverage.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.markplusinstitute.com\/uploads\/images\/202303\/image_870x_63fef8c0dd4b9.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mari kita bahas bersama-sama contoh strategi bisnis dalam memilih segmennya. Pertama-tama, ada Mini Cooper dengan strategi\u00c3\u201a\u00a0<em>single segment\u00c3\u201a\u00a0<\/em>yang menyediakan satu produk yang ditujukan untuk kalangan sosial keatas yang menyukasi hal unik dan kreatif. Kemudian, The Body Shop (TBS) menyediakan produk kosmetik dan\u00c3\u201a\u00a0<em>skin care\u00c3\u201a\u00a0<\/em>berbahan natural, mengusung label\u00c3\u201a\u00a0<em>vegan, women empowerment,\u00c3\u201a\u00a0<\/em>dan\u00c3\u201a\u00a0<em>non-animal testing.\u00c3\u201a\u00a0<\/em>Hal tersebut menunjukkan TBS menyediakan beberapa jenis produk dengan\u00c3\u201a\u00a0<em>target market\u00c3\u201a\u00a0<\/em>yang berbeda-beda (<em>selective specialization<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu Mothercare dengan strategi\u00c3\u201a\u00a0<em>market specialization\u00c3\u201a\u00a0<\/em>nya menyediakan segala jenis produk yang diperlukan oleh para Ibu untuk kebutuhan\u00c3\u201a\u00a0<em>newborn\u00c3\u201a\u00a0<\/em>hingga usia balita. Berbeda lagi dengan Intel yang mempunyai strategi\u00c3\u201a\u00a0<em>product specialization,\u00c3\u201a\u00a0<\/em>mereka menyediakan produk prosesor,\u00c3\u201a\u00a0<em>drive,\u00c3\u201a\u00a0<\/em>memori, dan perangkat lainnya untuk akselerasi performa perangkat elektronik berbagai segmen pasar. Yang terakhir, ada Unilever, perusahaan yang mengeluarkan berbagai produk untuk kebutuhan masyarakat yang beragam. Unilever menggunakan strategi\u00c3\u201a\u00a0<em>full-market coverage.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Positioning_A%C2%A2a%E2%80%9A%C2%ACEoeBeingA%C2%A2a%E2%80%9A%C2%ACa%E2%80%9E%C2%A2_Strategy\"><\/span><strong><em>Positioning: \u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00cb\u0153Being\u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00e2\u201e\u00a2 Strategy<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Positioning&nbsp;<\/em>merupakan tahap \u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00cb\u0153<em>enter\u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00e2\u201e\u00a2&nbsp;<\/em>dimana perusahaan menentukan kesan yang akan diberikan dan ditanamkan di benak konsumen<em>.&nbsp;<\/em>Muncul lah pertanyaan, \u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00c5\u201cbagaimana produk atau merek kita ingin dipersepsikan di benak pelanggan?\u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u009d.&nbsp;<em>Positioning&nbsp;<\/em>ditujukan untuk tiga hal, yakni&nbsp;<em>customer, company,&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>communication strategy. Positioning&nbsp;<\/em>dibutuhkan untuk membangun persepsi pelanggan, digunakan untuk internalisasi persepsi produk pada karyawan perusahaan, dan juga digunakan sebagai dasar mengkomunikasikan fitur atau pelayanan produk ke konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merumuskan\u00c3\u201a\u00a0<em>positioning\u00c3\u201a\u00a0<\/em>perlu memperhatikan dan mempertimbangkan\u00c3\u201a\u00a0<em>benefit factor\u00c3\u201a\u00a0<\/em>bagi\u00c3\u201a\u00a0<em>customer. Positioning benefit factor\u00c3\u201a\u00a0<\/em>merupakan salah satu teknik memposisikan penawaran perusahaan berdasarkan tingkat manfaat yang dapat diperoleh pasar dalam menggunakan produk atau pelayanan perusahaan. Tingkat manfaat dapat dikategorikan menjadi empat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang pertama adalah\u00c3\u201a\u00a0<em>performance benefit factor,\u00c3\u201a\u00a0<\/em>tingkat dimana produk atau jasa yang ditawarkan sesuai dengan permintaan dan harapan sasaran pasar. Kedua\u00c3\u201a\u00a0<em>convenience benefit factor,\u00c3\u201a\u00a0<\/em>dimana perusahaan menawarkan kenyamanan dalam membeli, menyimpan, dan menggunakan produk. Ketiga<em>\u00c3\u201a\u00a0price benefit factor,\u00c3\u201a\u00a0<\/em>tingkat dimana produk menawarkan harga yang tepat. Hal itu termasuk pertimbangan mengenai sisi rendah (potongan harga) dan sisi tinggi (harga premium). Kemudian yang keempat adalah\u00c3\u201a\u00a0<em>psychology benefit factor,\u00c3\u201a\u00a0<\/em>tingkat dimana produk atau jasa yang ditawarkan dapat membantu pelanggan dalam membentuk\u00c3\u201a\u00a0<em>prestige, social acceptability, self-esteem,\u00c3\u201a\u00a0<\/em>dan\u00c3\u201a\u00a0<em>self-actualization.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk merumuskan&nbsp;<em>positioning statement<\/em>, dapat dilakukan dengan lima elemen. Elemen pertama yakni siapa&nbsp;<em>target market&nbsp;<\/em>nya? Hal ini merupakan cerminan dari prospek pasar dimana produk atau layanan akan ditawarkan. Kemudian yang kedua adalah&nbsp;<em>brand,&nbsp;<\/em>cerminan dari nilai yang diajukan kepada pelanggan. Lalu yang ketiga adalah&nbsp;<em>frame of reference,&nbsp;<\/em>kategori atau spesifikasi produk dimana merek bersaing. Keempat,&nbsp;<em>points of differentiation&nbsp;<\/em>yang merupakan poin pembeda produk perusahaan dengan produk lain yang ada di pasar. Dan yang terakhir&nbsp;<em>competitive edge,&nbsp;<\/em>alasan untuk mempercayai janji yang ditawarkan merek dapat ditepati.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Apasih pentingnya menentukan strategi pemasaran? Kali ini, kita akan mengupas lebih lanjut tentang satu bagian dari&nbsp;STV-triangle,&nbsp;yakni strategi. Strategi&hellip;","protected":false},"author":3,"featured_media":1041,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":1843,"csco_singular_sidebar":"","csco_page_header_type":"","csco_page_load_nextpost":"","footnotes":""},"categories":[548],"tags":[62,49,61,47],"class_list":["post-1040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-key-element-of-marketing","tag-9-elemen-pemasaran","tag-hermawan-kartajaya","tag-marketing-strategy","tag-strategi-pemasaran","cs-entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1040"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1040\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1041"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}