{"id":1393,"date":"2023-03-30T21:16:51","date_gmt":"2023-03-30T14:16:51","guid":{"rendered":"https:\/\/contenthub.markplusinstitute.com\/?p=1393"},"modified":"2026-03-17T22:01:45","modified_gmt":"2026-03-17T15:01:45","slug":"komunikasi-verbal-non","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/komunikasi-verbal-non\/","title":{"rendered":"Cari Tahu Perbedaan Komunikasi Verbal dan Non Verbal"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komunikasi_Verbal\"><\/span><strong>Komunikasi Verbal<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/komunikasi-verbal-non\/#Komunikasi_Verbal\" >Komunikasi Verbal<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/komunikasi-verbal-non\/#Komunikasi_Non_Verbal\" >Komunikasi Non Verbal<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/komunikasi-verbal-non\/#Facial_Expression_Ekspresi_atau_Raut_Wajah\" >Facial Expression&nbsp;(Ekspresi atau Raut Wajah)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/komunikasi-verbal-non\/#Eye_Contact_Kontak_Mata\" >Eye Contact&nbsp;(Kontak Mata)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/komunikasi-verbal-non\/#Postur\" >Postur<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/komunikasi-verbal-non\/#Touch_Sentuhan\" >Touch&nbsp;(Sentuhan)<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/komunikasi-verbal-non\/#Gesture\" >Gesture<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Komunikasi verbal adalah pesan yang disampaikan dalam bentuk lisan maupun tulisan dengan menggunakan kata-kata. Lalu, apa saja sih contoh komunikasi verbal? Terdapat beberapa elemen yang harus diperhatikan saat berkomunikasi secara verbal. Yang pertama adalah artikulasi, atau cara pengucapan kata agar dapat dipahami lawan bicara. Kemudian diksi atau pemilihan kata yang juga perlu diperhatikan. Kita harus mengetahui siapa lawan bicara kita dan memilih diksi yang tepat agar seluruh informasi dapat dipahami dengan jelas. Lalu, cara kita menyampaikan pesan juga tidak kalah penting.&nbsp;<em>Audibility&nbsp;<\/em>(variasi volume)<em>, pitch&nbsp;<\/em>(tinggi nada)<em>, pace&nbsp;<\/em>(kecepatan bicara)<em>, stressing&nbsp;<\/em>(penekanan kalimat)<em>, tone&nbsp;<\/em>(nada suara)<em>,&nbsp;<\/em>dan intonasi (nada naik-turun) merupakan hal-hal yang krusial dalam menyampaikan pesan agar diterima dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komunikasi_Non_Verbal\"><\/span><strong>Komunikasi Non Verbal<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan komunikasi verbal, komunikasi non verbal tidak menggunakan kata-kata secara langsung, melainkan menggunakan interpretasi yang umumnya dengan bahasa tubuh seperti raut wajah, gestur, atau postur. Komunikasi non verbal juga penting karena dapat mencerminkan perasaan lawan bicara, loh. Yuk kita bahas contoh-contoh komunikasi non verbal!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Facial_Expression_Ekspresi_atau_Raut_Wajah\"><\/span><strong><em>Facial Expression&nbsp;<\/em>(Ekspresi atau Raut Wajah)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang dan menandakan kondisi pikiran seseorang. Hal ini dapat berdampak pada pembentukan persepsi. Dari raut wajah lawan bicara Anda, dapat terlihat suasana emosi mereka apakah sedang merasa marah, sedih, senang, murung, atau berbagai emosi lainnya.&nbsp;Untuk menunjukkan eskpresi wajah yang baik, kita harus berpikir secara positif, tersenyum, dan tanamkan rasa ramah dalam diri agar memiliki pembawaan yang rileks. Mengapa senyum menjadi poin yang sangat penting dalam ekspresi wajah? Senyum dapat membuat Anda terkesan mudah diterima, ramah, rileks, terbuka, dan menyenangkan. Selain itu, senyum menunjukkan bahwa anda senang pada pekerjaan dan hidup Anda. Senyuman juga dapat memperbaiki kualitas vokal Anda dengan melenturkan otot pipi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Eye_Contact_Kontak_Mata\"><\/span><strong><em>Eye Contact&nbsp;<\/em>(Kontak Mata)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kontak mata dapat meningkatkan kepercayaan lawan bicara pada kita dengan cara selalu bertatapan dengan mata lawan bicara secara hangat (diiringi senyum). Karena, kontak mata menandakan keterbukaan, apa adanya, dan terus terang. Ketika menatap lawan bicara, coba jaga tatapan Anda di daerah sekitar area mata dan hidung.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Postur\"><\/span><strong>Postur<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat berbincang dengan lawan bicara, kita harus memperlihatkan bahasa tubuh yang menunjukkan rasa percaya diri. Salah satunya dengan mempertimbangkan postur tubuh. Tegakkan tubuh Anda dengan bahu di posisi yang rileks. Untuk wanita, posisikan kedua kaki merapat. Sementara untuk pria, perhatikan lebar kedua kaki, usahakan tidak melebihi bahu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Touch_Sentuhan\"><\/span><strong><em>Touch&nbsp;<\/em>(Sentuhan)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sentuhan merupakan salah satu aspek penting ketika berbincang, misalnya melalui jabat tangan. Sebelum menjabat tangan lawan bicara Anda, pastikan tangan Anda dalam keadaan kering. Raih telapak tangan mereka, jangan hanya jemarinya. Untuk memperoleh perhatian lawan bicara, jabat tangannya beberapa detik lebih lama, dan mulailah bicara sebelum melapaskannya. Menjabat tangan dengan <em>firm <\/em>dapat mengisyaratkan kepercayaan diri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gesture\"><\/span><strong><em>Gesture<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gestur dapat membuat lawan bicara merasa nyaman karena gestur yang tepat dapat menjadi pertanda bahwa lawan bicara tertarik pada pembicaraan kita. Coba posisikan diri menghadap lawan bicara, kemudian condongkan tubuh ke depan. Bila posisi lawan bicara Anda berada disamping, miringkan sedikit tubuh Anda ke arah mereka. Selain gestur badan condong ke depan, Anda juga bisa menganggukkan kepala ketika menunjukkan rasa setuju, afirmasi, atau akrab. Anggukan kepala dapat dilakukan saat ada jeda di antara kalimat yang diucapkan lawan bicara. Atau ketika Anda mengucapkan kalimat untuk mendapatkan persetujuan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kemudian ada gestur menopang dagu dengan tangan yang juga menandakan hal serupa dengan anggukan kepala. Terakhir, perhatikan jarak yang perlu diambil ketika berkomunikasi. Terdapat empat jarak yang dapat diambil, yakni&nbsp;<em>public zone&nbsp;<\/em>(lebih dari 3,6 meter)<em>, social zone&nbsp;<\/em>(1,2 hingga 3,6 meter)<em>, personal zone&nbsp;<\/em>(46 cm hingga 1,2 meter)<em>,&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>intimate zone&nbsp;<\/em>(15-46 cm)<em>.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, sekarang Anda sudah tahu kan perbedaan komunikasi verbal dan non verbal? Terapkan tips-tips diatas supaya Anda bisa menjalin komunikasi bisnis dengan lebih percaya diri!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Komunikasi Verbal Komunikasi verbal adalah pesan yang disampaikan dalam bentuk lisan maupun tulisan dengan menggunakan kata-kata. Lalu, apa&hellip;","protected":false},"author":3,"featured_media":1395,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":253,"csco_singular_sidebar":"","csco_page_header_type":"","csco_page_load_nextpost":"","footnotes":""},"categories":[573],"tags":[79,78],"class_list":["post-1393","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-communication","tag-komunikasi-non-verbal","tag-komunikasi-verbal","cs-entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1393"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1393\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}