{"id":1407,"date":"2023-04-11T23:16:00","date_gmt":"2023-04-11T16:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/contenthub.markplusinstitute.com\/?p=1407"},"modified":"2026-03-17T22:01:44","modified_gmt":"2026-03-17T15:01:44","slug":"tips-public-speaking","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/tips-public-speaking\/","title":{"rendered":"Tips Public Speaking dalam Komunikasi Virtual"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perasaan gugup ketika melakukan komunikasi virtual mungkin pernah dirasakan oleh sebagian besar orang. Untuk mengatasi rasa gugup tersebut, ada beberapa strategi yang dapat membantu kemampuan&nbsp;<em>public speaking&nbsp;<\/em>kita menjadi lebih baik. Mengasah kemampuan dan menerapkan strategi-strategi dibawah akan meningkatkan rasa ketertarikan audiens terhadap apa yang ingin kita sampaikan. Yuk, kita bahas sama-sama strategi apa saja yang bisa kamu terapkan!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Dapatkan_perhatian_audiens_pada_30_detik_pertama\"><\/span><strong>Dapatkan perhatian audiens pada 30 detik pertama<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/tips-public-speaking\/#Dapatkan_perhatian_audiens_pada_30_detik_pertama\" >Dapatkan perhatian audiens pada 30 detik pertama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/tips-public-speaking\/#Timbulkan_first_impression_yang_baik\" >Timbulkan&nbsp;first impression&nbsp;yang baik<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/tips-public-speaking\/#Gunakan_taktik_saat_berbicara\" >Gunakan taktik saat berbicara<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/tips-public-speaking\/#Kelola_situasi_pertemuan\" >Kelola situasi pertemuan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/tips-public-speaking\/#Kuasai_cara_menghadapi_pertanyaan_dari_audiens\" >Kuasai cara menghadapi pertanyaan dari audiens<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/tips-public-speaking\/#Perhatikan_closing\" >Perhatikan&nbsp;closing<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cara kamu membuka suatu pertemuan akan memberikan efek kepada audiens. Tiga puluh detik pertama adalah waktu yang krusial untuk mendapatkan perhatian mereka. Maka dari itu, mulai lah dengan sesuatu yang bisa menimbulkan reaksi para audiens virtualmu. Strategi <em>public speaking <\/em>apa sih yang bisa menarik perhatian audiens? Sapalah mereka dengan nada yang riang dan bersemangat! Kemudian, kamu bisa memulai komunikasi virtual nya dengan mengajukan pertanyaan pada audiens. Tanyakan para audiens tentang apa yang mereka tahu dan apa yang mereka ingin tahu mengenai pembahasan atau topik pada hari tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Timbulkan_first_impression_yang_baik\"><\/span><strong>Timbulkan&nbsp;<em>first impression&nbsp;<\/em>yang baik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Membangun kesan pertama yang baik sangatlah penting dalam berkomunikasi. Hal ini dapat berpengaruh pada kelangsungan dan keseluruhan pembicaraan. Dalam melakukan <em>public speaking<\/em> dengan komunikasi virtual, melakukan\u00c3\u201a\u00a0<em>eye contact\u00c3\u201a\u00a0<\/em>dapat menjadi tantangan tersendiri. Cobalah untuk menyesuaikan kameramu sejajar dengan wajah agar terlihat jelas. Kemudian, coba untuk mengarahkan pandangan kepada\u00c3\u201a\u00a0<em>webcam.\u00c3\u201a\u00a0<\/em>Selain itu, bahasa tubuh sering kali terabaikan ketika melakukan komunikasi virtual. Sebelum memulai pertemuan, coba atur dan ambil posisi yang nyaman agar kamu bisa mempertahankan postur yang baik. Lalu, hindarilah agenda yang monoton agar audiens tidak mudah bosan dan terdistraksi. Kamu bisa menggunakan taktik\u00c3\u201a\u00a0<em>set-up, pause,\u00c3\u201a\u00a0<\/em>dan\u00c3\u201a\u00a0<em>punch\u00c3\u201a\u00a0<\/em>untuk membuat pembicaraan tetap menarik dan tidak membosankan.\u00c3\u201a\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Gunakan_taktik_saat_berbicara\"><\/span><strong>Gunakan taktik saat berbicara<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum memulai pembicaraan, rancanglah strategi&nbsp;<em>public speaking&nbsp;<\/em>mu dengan taktik-taktik berikut. Pertama-tama, buatlah&nbsp;<em>statement&nbsp;<\/em>yang menarik. Misalnya, kamu bisa menyampaikan&nbsp;<em>quotes&nbsp;<\/em>menarik dari tokoh terkenal yang berpengaruh. Kemudian, tingkatkan dan jaga&nbsp;<em>engagement&nbsp;<\/em>mu dengan audiens. Hal ini dapat dilakukan dengan melemparkan atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka agar terasa lebih dekat. Kamu juga dapat menyampaikan fakta-fakta menarik dengan teknik bertanya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelola_situasi_pertemuan\"><\/span><strong>Kelola situasi pertemuan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pastikan kamu selalu memperhatikan situasi pertemuan. Kelola situasi tersebut untuk menjaga fokus dan ketertarikan audiens terhadap pembicaraan. Kamu bisa membaca bahasa tubuh mereka. Pastikan para audiens memfokuskan dirinya kepada kamu dan hal-hal yang ingin kamu sampaikan. Jika audiens mulai terlihat bosan, kamu bisa mensiasatinya dengan&nbsp;<em>games&nbsp;<\/em>sebagai selingan.&nbsp;<em>Games&nbsp;<\/em>dapat membantu mengembalikan fokus audiens kepada pembicaraan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kuasai_cara_menghadapi_pertanyaan_dari_audiens\"><\/span><strong>Kuasai cara menghadapi pertanyaan dari audiens<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terkadang, kita merasa panik ketika dihadapkan oleh pertanyaan-pertanyaan dari audiens. Terlebih lagi ketika pertanyaan yang diajukan sangat&nbsp;<em>out of the box&nbsp;<\/em>dan belum terpikirkan jawaban dan cara menjawabnya. Cobalah jawab dengan tenang dan tetap tersenyum. Untuk mengkonfirmasi pertanyaan mereka, coba ulangi kembali pertanyaan yang diajukan agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam mengartikan pertanyaan tersebut. Cobalah untuk menjawab sesuai dengan pertanyaan. Hindari menjelaskan hal-hal yang tidak ditanyakan agar tetap relevan dengan pertanyaan yang didapatkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perhatikan_closing\"><\/span><strong>Perhatikan&nbsp;<em>closing<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menutup pembicaraan juga merupakan salah satu poin penting. Agar audiens dapat memetik pembelajaran dari pembicaraan yang terjadi, coba simpulkan beberapa&nbsp;<em>key points&nbsp;<\/em>yang paling penting. Tak lupa, akhiri komunikasi virtual dengan kalimat penutup yang \u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00cb\u0153kuat\u00c3\u00a2\u00e2\u201a\u00ac\u00e2\u201e\u00a2 sehingga dapat meninggalkan kesan yang membuat hal itu melekat di benak audiens.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, setelah mengetahui strategi-strategi tersebut, kamu bisa mulai menerapkannya ya! Coba latih kemampuan&nbsp;<em>public speaking&nbsp;<\/em>mu untuk karir dan hidup yang lebih berkualitas!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Perasaan gugup ketika melakukan komunikasi virtual mungkin pernah dirasakan oleh sebagian besar orang. Untuk mengatasi rasa gugup tersebut,&hellip;","protected":false},"author":3,"featured_media":1409,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":44,"csco_singular_sidebar":"","csco_page_header_type":"","csco_page_load_nextpost":"","footnotes":""},"categories":[573],"tags":[91,90,92],"class_list":["post-1407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-communication","tag-komunikasi-virtual","tag-public-speaking","tag-tips","cs-entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1407"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1407\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}