{"id":1439,"date":"2023-06-05T13:29:00","date_gmt":"2023-06-05T06:29:00","guid":{"rendered":"https:\/\/contenthub.markplusinstitute.com\/?p=1439"},"modified":"2026-03-17T22:03:38","modified_gmt":"2026-03-17T15:03:38","slug":"marketing4-tradisional-ke-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/marketing4-tradisional-ke-digital\/","title":{"rendered":"Marketing 4.0: Bergerak dari Tradisional ke Digital"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam <a href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/marketing-3-0\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Marketing 3.0<\/a>, kita berbicara tentang perubahan besar dari pemasaran berbasis produk (1.0) menjadi pemasaran yang berpusat pada pelanggan (2.0), dan akhirnya menjadi pemasaran yang berpusat pada manusia (3.0).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Marketing 3.0, pemasaran berfokus pada manusia seutuhnya dengan pikiran, hati, dan jiwa. Sementara itu, Marketing 4.0 diperkenalkan sebagai hasil adaptasi dari ekonomi digital.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Marketing_40\"><\/span>Apa itu Marketing 4.0?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/marketing4-tradisional-ke-digital\/#Apa_itu_Marketing_40\" >Apa itu Marketing 4.0?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/marketing4-tradisional-ke-digital\/#Apa_yang_Mendorong_Evolusi_Pemasaran\" >Apa yang Mendorong Evolusi Pemasaran?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/marketing4-tradisional-ke-digital\/#Ulasan_Buku\" >Ulasan Buku<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/marketing4-tradisional-ke-digital\/#Building_Blocks_Elemen_Marketing_40\" >Building Blocks (Elemen) Marketing 4.0<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marketing 4.0 adalah pendekatan pemasaran yang menggabungkan interaksi online dan offline antara perusahaan dan pelanggan. Dalam ekonomi digital, interaksi digital saja tidak cukup. Faktanya, dalam dunia yang semakin online, sentuhan offline menunjukkan diferensiasi yang kuat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marketing 4.0 memanfaatkan konektivitas mesin-ke-mesin dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas pemasaran sambil memanfaatkan konektivitas manusia-ke-manusia untuk memperkuat keterlibatan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_Mendorong_Evolusi_Pemasaran\"><\/span>Apa yang Mendorong Evolusi Pemasaran?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehadiran generasi <em>digital savvy, <\/em>mendorong adanya evolusi pemasaran. Kegiatan pemasaran beralih dari tradisional ke digital. Gen Z sebagai generasi pertama <em>digital natives<\/em> dan Gen Alpha sebagai keturunan dari para <em>millennials<\/em>, terus mempengaruhi generasi-generasi yang lebih tua (<em>baby boomers, <\/em>Gen X, dan Gen Y).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Lifestyle phygital (physical-digital), <\/em>seperti <em>online shopping, food delivery, digital banking, e-wallet, <\/em>dan <em>online meetings<\/em> memberikan urgensi untuk evolusi pemasaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Digitalisasi sendiri menimbulkan dilema di masyarakat. Kehadiran digitalisasi memang membawa banyak perubahan positif untuk <em>digital economy <\/em>dan <em>wealth creation.<\/em> Selain itu, terjadi peningkatan kesehatan dan perpanjangan hidup dengan adanya <em>smart living, big data, <\/em>dan <em>lifelong learning. <\/em>Manusia kini dapat mendorong <em>sustainability <\/em>dan <em>social inclusivity.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, bersamaan dengan itu hadir pula dampak negatif kepada masyarakat. Salah satu dilema terbesarnya ialah otomatisasi menghilangkan beberapa pekerjaan. Kemudian juga adanya kekhawatiran mengenai masalah privasi dan keamanan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ulasan_Buku\"><\/span>Ulasan Buku<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.markplusinstitute.com\/uploads\/images\/202306\/image_870x_647d801f2a5a2.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marketing 4.0, atau pemasaran di dunia digital, kental sekali elemen taktikalnya. Ketika kita berbicara mengenai&nbsp;<em>digital marketing<\/em>, kita akan berbicara tentang bagaimana&nbsp;<em>engaging customers&nbsp;<\/em>di era digital ini. Konsep dasar pada era Marketing 4.0 ini disebut dengan&nbsp;<em>The New Customer Experience (CX)<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Customer experience<\/em>&nbsp;sendiri adalah jalur yang dilalui oleh pelanggan ketika mereka ingin menikmati atau memilih produk atau layanan di kategori tertentu (yang bersifat generik).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>The New CX<\/em>&nbsp;selalu diawali dengan&nbsp;<em>awareness.&nbsp;<\/em>Misalnya, seorang pelanggan melihat iklan, ia menjadi tahu&nbsp;<em>brand&nbsp;<\/em>tersebut. Kemudian, pelanggan tersebut menjadi tertarik, yang berarti ia memasuki fase&nbsp;<em>appeal.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, pelanggan itu menjadi bertanya-tanya. Sehingga, ia mulai mencari tahu dengan&nbsp;<em>browsing&nbsp;<\/em>melalui&nbsp;<em>search engine&nbsp;<\/em>seperti Google, bertanya pada kerabatnya, atau bahkan langsung bertanya kepada&nbsp;<em>brand&nbsp;<\/em>tersebut melalui&nbsp;<em>customer service<\/em>-nya. Pada intinya,&nbsp;<em>customer&nbsp;<\/em>yang berada pada fase&nbsp;<em>ask&nbsp;<\/em>ingin menanyakan dan meyakinkan dirinya apabila&nbsp;<em>brand&nbsp;<\/em>tersebut tepat atau cocok untuknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah itu, maka pelanggan akan memasuki fase&nbsp;<em>act,&nbsp;<\/em>dimana ia akan melakukan pembelian dan atau menggunakan produk atau jasa dari&nbsp;<em>brand&nbsp;<\/em>tersebut. Apabila pelanggan merasa puas ataupun senang dengan produk atau layanan yang mereka nikmati, maka mereka akan menjadi seorang&nbsp;<em>advocate&nbsp;<\/em>atau orang yang mau merekomendasikan secara sukarela kepada orang lain tentang&nbsp;<em>brand,&nbsp;<\/em>produk, atau layanan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika Anda perhatikan,&nbsp;<em>The New CX&nbsp;<\/em>ini terdiri dari 5A (<em>aware, appeal, ask, act,&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>advocate<\/em>). Pada dunia digital ini, 5A menggambarkan&nbsp;<em>customer journey&nbsp;<\/em>atau&nbsp;<em>experience&nbsp;<\/em>yang kental dengan elemen sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dimana salah satu elemennya,&nbsp;<em>ask,&nbsp;<\/em>dimana seorang pelanggan bertanya-tanya sebelum membuat keputusan pembelian. Lalu ada elemen&nbsp;<em>advocate&nbsp;<\/em>dimana orang lain merekomendasikan kepada yang bertanya-tanya. Disini terdapat konektivitas antara&nbsp;<em>ask&nbsp;<\/em>dan&nbsp;<em>advocate,&nbsp;<\/em>dimana terdapat hubungan tanya-jawab. Inilah elemen sosial yang sangat kental yang diwarnai dengan kehadiran teknologi media sosial di dunia internet saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal itu juga yang pada akhirnya menjadi pondasi dari Marketing 4.0. Maka dari itu, Marketing 4.0 adalah bagaimana kita mengintervensi dan mendorong pelanggan dari&nbsp;<em>awareness&nbsp;<\/em>sampai dengan&nbsp;<em>advocacy,&nbsp;<\/em>sehingga sebagian besar pelanggan yang kenal dengan&nbsp;<em>brand&nbsp;<\/em>kita bisa menjadi&nbsp;<em>advocate.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Building_Blocks_Elemen_Marketing_40\"><\/span><em>Building Blocks <\/em>(Elemen) Marketing 4.0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog.markplusinstitute.com\/uploads\/images\/202306\/image_870x_647d80238cb97.jpg\" alt=\"\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk menggiring dan mendorong pelanggan dari awal hingga akhir melalui&nbsp;<em>customer experience&nbsp;<\/em>ini, ada empat&nbsp;<em>building blocks&nbsp;<\/em>yang dapat digunakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang pertama adalah pergeseran dari&nbsp;<em>aware&nbsp;<\/em>ke&nbsp;<em>appeal,<\/em>bagaimana supaya pelanggan tertarik dengan pendekatan&nbsp;<em>human-centric marketing.&nbsp;<\/em>Jika Anda perhatikan,&nbsp;<em>human-centric marketing&nbsp;<\/em>ini adalah Marketing 3.0 yang kemudian menjadi salah satu&nbsp;<em>building block&nbsp;<\/em>pada Marketing 4.0.&nbsp;<em>Human-centric marketing&nbsp;<\/em>ini dapat menimbulkan daya tarik, seperti halnya yang dirasakan oleh pelanggan Millenial dan Generasi Z yang cenderung lebih muda biasanya mereka memutuskan pembelian tidak hanya karena fitur produk saja, tetapi juga pada&nbsp;<em>impact&nbsp;<\/em>sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihasilkan produk tersebut. Hal itulah yang disebut sebagai&nbsp;<em>driving appeal&nbsp;<\/em>dari fase&nbsp;<em>awareness.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak cukup hanya itu,&nbsp;<em>brand&nbsp;<\/em>juga harus bisa mengarahkan rasa penasaran. Ketika calon pelanggan sudah memiliki rasa ketertarikan, mereka akan bertanya-tanya. Di dunia internet,&nbsp;<em>span of attention&nbsp;<\/em>atau kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi<em>&nbsp;<\/em>sangatlah pendek. Sehingga, komunikasi awal yang umumnya digunakan&nbsp;<em>brand&nbsp;<\/em>berbentuk&nbsp;<em>short form format,&nbsp;<\/em>missal video iklan pendek<em>. Brand&nbsp;<\/em>harus bisa menciptakan daya tarik, sehingga mereka mencari lebih lanjut biasanya dengan&nbsp;<em>search engine.&nbsp;<\/em>Dapat dilihat dari hubungan media sosial dengan&nbsp;<em>search engine,&nbsp;<\/em>dimana media sosial berperan sebagai&nbsp;<em>platform&nbsp;<\/em>untuk menciptakan daya tarik yang kemudian dilanjutkan dengan&nbsp;<em>search engine&nbsp;<\/em>sebagai wadah pencarian lebih lanjut. Jika disimpulkan,&nbsp;<em>building block&nbsp;<\/em>yang kedua ini dinamakan dengan&nbsp;<em>content marketing.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lanjut kepada&nbsp;<em>building block&nbsp;<\/em>yang ketiga, ketika orang sudah tertarik dan mereka ingin membeli, kita harus&nbsp;<em>available&nbsp;<\/em>di&nbsp;<em>channel-channel&nbsp;<\/em>baik yang&nbsp;<em>online&nbsp;<\/em>maupun&nbsp;<em>offline,&nbsp;<\/em>yang kemudian disebut sebagai&nbsp;<em>omnichannel marketing.&nbsp;<\/em>Memiliki&nbsp;<em>availability&nbsp;<\/em>tidak hanya di kanal&nbsp;<em>offline,&nbsp;<\/em>tetapi juga tersedia di kanal&nbsp;<em>online.&nbsp;<\/em>Tidak sampai disitu, harus ada integrasi antara keduanya, terlepas kanal yang dipilih oleh pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terakhir,&nbsp;<em>building block&nbsp;<\/em>keempat dinamakan&nbsp;<em>engagement marketing.&nbsp;<\/em>Setelah pelanggan membeli dan mengkonsumsi produk tersebut, tentunya&nbsp;<em>brand&nbsp;<\/em>berharap mereka menikmatinya secara positif, sehingga muncul keinginan untuk merekomendasikannya kepada orang lain.&nbsp;<em>Brand&nbsp;<\/em>perlu melakukan&nbsp;<em>engagement activities&nbsp;<\/em>secara berkala mengingatkan pelanggan kembali bahwa produk yang kita tawarkan adalah produk yang bagus dan terbaik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Dalam Marketing 3.0, kita berbicara tentang perubahan besar dari pemasaran berbasis produk (1.0) menjadi pemasaran yang berpusat pada&hellip;","protected":false},"author":3,"featured_media":1440,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":635,"csco_singular_sidebar":"","csco_page_header_type":"","csco_page_load_nextpost":"","footnotes":""},"categories":[556],"tags":[83,49,102,122,181,93,84],"class_list":["post-1439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-technology-marketing","tag-book-review","tag-hermawan-kartajaya","tag-iwan-setiawan","tag-marketing-4-0","tag-marketing-x-0","tag-philip-kotler","tag-review-buku","cs-entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1439"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1439\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1440"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}