{"id":3083,"date":"2023-08-24T15:00:00","date_gmt":"2023-08-24T08:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/contenthub.markplusinstitute.com\/?p=3083"},"modified":"2026-03-17T16:39:12","modified_gmt":"2026-03-17T09:39:12","slug":"manajemen-teknologi-dan-inovasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/manajemen-teknologi-dan-inovasi\/","title":{"rendered":"4 Elemen Keberhasilan Manajemen Teknologi dan Inovasi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara dinamis, manajemen teknologi dan inovasi merupakan bagian yang sangat penting dalam proses penciptaan nilai pada bisnis. Kemajuan teknologi yang terjadi saat ini merupakan buah pemikiran kreatif dan kerja keras untuk mengatasi (<em>solving<\/em>) berbagai permasalahan dan tantangan selama proses pengembangan bisnis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka dari itu, peran teknologi tidak hanya berfungsi sebagai sumber\/faktor, proses <em>how to<\/em> dan <em>embedded product<\/em>, namun juga termasuk<em> inherent factor<\/em> yang disebabkan manusia, sehingga hal inilah yang menjadikan peran manajemen teknologi dan inovasi sangat dibutuhkan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manajemen ini berfungsi sebagai sarana menjalin keterkaitan antara <em>engineering,<\/em> ilmu pengetahuan dan berbagai disiplin manajemen dalam perencanaan, pengembangan dan implementasi kemampuan-kemampuan teknologis dalam merumuskan dan mencapai tujuan-tujuan strategis maupun operasional suatu perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini akan membahas 4 elemen penting sebagai kunci keberhasilan manajemen teknologi dan inovasi agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat di era globalisasi. Yuk, simak artikel ini hingga selesai untuk mengetahui informasinya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Elemen_Keberhasilan_Manajemen_Teknologi_dan_Inovasi_MTI\"><\/span>Elemen Keberhasilan Manajemen Teknologi dan Inovasi (MTI)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/manajemen-teknologi-dan-inovasi\/#Elemen_Keberhasilan_Manajemen_Teknologi_dan_Inovasi_MTI\" >Elemen Keberhasilan Manajemen Teknologi dan Inovasi (MTI)<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/manajemen-teknologi-dan-inovasi\/#Orientasi_Nilai\" >Orientasi Nilai<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/manajemen-teknologi-dan-inovasi\/#Paradigma_Kesisteman\" >Paradigma Kesisteman<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/manajemen-teknologi-dan-inovasi\/#Komitmen_Manajemen_Keterlibatan_Karyawan_dan_Budaya_Organisasi_yang_Mendukung\" >Komitmen Manajemen, Keterlibatan Karyawan dan Budaya Organisasi yang Mendukung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/manajemen-teknologi-dan-inovasi\/#Perbaikan_Berkelanjutan\" >Perbaikan Berkelanjutan<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/manajemen-teknologi-dan-inovasi\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Elemen-Keberhasilan-MTI.webp\" alt=\"Manajemen Teknologi dan Inovasi\" class=\"wp-image-4406\" srcset=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Elemen-Keberhasilan-MTI.webp 1000w, https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Elemen-Keberhasilan-MTI-300x200.webp 300w, https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/Elemen-Keberhasilan-MTI-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Elemen Keberhasilan MTI<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Strategi teknologi dan inovasi di setiap perusahaan pada dasarnya bersifat lintas fungsi (<em>cross-functional<\/em>), integratif dan <em>issue oriented<\/em>. Demi mendapatkan keberhasilan manajemen teknologi dan inovasi (MTI) sebagai kunci daya saing bisnis dalam era globalisasi, maka perusahaan perlu memperhatikan elemen-elemen berikut ini,<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Orientasi_Nilai\"><\/span>Orientasi Nilai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada hakikatnya, setiap perusahaan sebagai suatu sistem produktif merupakan alat yang berorientasi pada <em>value creation<\/em> (penciptaan nilai). Tanpa memberikan kontribusi pada proses <em>value creation<\/em>, perubahan teknologi\/inovasi secanggih apapun tidak akan bermakna apa-apa, selain <em>useless change.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, <em>value chain<\/em> sebagai suatu sistem produktif harus bisa ditelaah dalam pembahasan tentang peran teknologi dan inovasi dalam bisnis, baik yang menjadikannya sebagai <em>know how<\/em> maupun sebagai <em>end product<\/em> atau <em>embedded end product<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu saja dalam hal ini perusahaan perlu mengkaji aspek risiko kegagalan dan peluang keberhasilan dari perubahan teknologi secara hati-hati, sebab terkadang perubahan yang terjadi tidaklah berpola sehingga sulit untuk menemukan banyaknya potensi nilai yang tidak terlihat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manajemen perlu berorientasi pada penciptaan nilai, termasuk nilai produk yang meliputi <em>gateway value<\/em> (fungsi, kegunaan dan manfaat utama), <em>competitive value<\/em> (daya saing produk), dan <em>ultimate value<\/em> (nilai khusus bagi konsumen maupun calon konsumen). Orientasi nilai ini berguna untuk perusahaan menyadari atas biaya yang dikeluarkan (<em>cost awareness<\/em>), baik yang mudah diidentifikasi maupun yang terselebung (<em>hidden cost<\/em>), terutama yang berkaitan dengan produk, proses, dan perpindahan barang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Paradigma_Kesisteman\"><\/span>Paradigma Kesisteman<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam dunia bisnis yang dinamis, tidak ada yang namanya teknik atau metode yang bersifat <em>generic<\/em> (umum) dan selalu aplikatif sepanjang perubahan (jaman). Paradigma kesisteman sebagai prinsip dasar perlu dijabarkan sesuai dengan kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan dan merealisasikan potensi yang ada, dalam menghadapi berbagai tantangan dan persaingan global yang semakin kompleks dan dinamis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seluruh bidang fungsional perusahaan perlu dikelola secara terpadu sebagai suatu kesatuan agar kinerja perusahaan dapat memiliki keunggulan teknologi dan inovasi yang unggul atau dengan kata lain, perusahaan dan teknologi menjadi suatu kesatuan integral yang harmonis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, perusahaan memang memberikan ruang seluas-luasnya untuk menciptakan pemikiran atau gagasan-gagasan kreatif, namun hal ini tidak akan berarti apa-apa jika tidak didukung dan dilengkapi oleh perangkat-perangkat yang diperlukan yang dimanfaatkan secara sistematis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manajemen teknologi dan inovasi (MTI) tidak semata-mata memerlukan teknologi atau <em>engineer<\/em>, melainkan tim yang multidisiplin dan mampu berkomunikasi maupun interaksi kerja antar individu, berbagai unit kerja, disiplin keilmuan ataupun aktivitas yang efektif dan efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semakin tinggi kompetensi MTI perusahaan, semakin luas pula aspek, bidang, dimensi, atau instrumen strategi yang <em>manageable<\/em>. atau dengan kata lain semakin besar pula peluang keunggulan daya saing bisnis perusahaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komitmen_Manajemen_Keterlibatan_Karyawan_dan_Budaya_Organisasi_yang_Mendukung\"><\/span>Komitmen Manajemen, Keterlibatan Karyawan dan Budaya Organisasi yang Mendukung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap individu yang terlibat dalam suatu perusahaan (dari manajemen puncak hingga karyawan tingkat bawah) perlu memiliki persepsi dan visi yang sama serta rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap pentingnya keunggulan teknologi dan inovasi. Tanpa adanya dukungan atau komitmen tersebut, maka berbagai sumber yang diperlukan untuk upaya-upaya perbaikan hampir tidak mungkin dapat diperoleh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terlebih karena adanya kecenderungan persepsi umum (manajemen maupun karyawan tingkat bawah) bahwa adopsi teknologi baru atau hadirnya suatu inovasi dalam perusahaan akan selalu diikuti dengan pemutusan hubungan kerja (PHK), sehingga hal ini memperkuat penolakan dari berbagai pihak atas suatu perbaikan, terutama pada aspek teknologi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini menjadi salah satu isu mengapa perbaikan teknologi dan proses inovasi sulit berkembang. Manajemen harus bisa merumuskan dengan tepat agar seluruh individu dalam perusahaan memperoleh manfaat yang tinggi dari adanya suatu teknologi, pengembangan\/perbaikan teknologi ataupun inovasi-inovasi yang dilakukan dapat meyakinkan bahwa semuanya diperlakukan dengan adil.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, senioritas dan kewenangan seseorang yang bertanggung jawab atas pengembangan kompetensi manajemen teknologi dan inovasi (MTI) harus diberikan kepada mereka yang memiliki keunggulan, kepemimpinan dan komitmen pada manajemen sepenuhnya, agar dapat menghasilkan dan memberikan yang terbaik kepada perusahaan, konsumen dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbaikan_Berkelanjutan\"><\/span>Perbaikan Berkelanjutan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai kunci keunggulan daya saing bisnis, strategi teknologi dan inovasi bukanlah <em>one time shot<\/em> dan dapat dilaksanakan dalam sekejap. Oleh karena itu, inovasi harus menjadi <em>way of life<\/em> perusahaan yang ingin meningkatkan dan mempertahankan keunggulan daya saingnya dalam era persaingan global.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya perbaikan yang perlu dilakukan bisa bersifat <em>incremental<\/em> ataupun lompatan, namun harus dilakukan secara berkelanjutan atau terus-menerus sebagai bagian integral aktivitas perusahaan. Dalam hal ini, inovasi dapat diibaratkan sebagai penopang yang senantiasa menjaga tubuh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itu sebabnya, pengembangan kompetensi manajemen teknologi dan inovasi (MTI) membutuhkan perusahaan sebagai learning organization yang terus menerus meningkatkan kapasitas belajarnya dalam menghadapi perubahan, tantangan dan peluang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa dalam lingkungan persaingan bisnis, keunggulan daya saing tidak serta-merta diraih begitu saja. Sayangnya, bekerja dengan teknologi pun bukanlah hal yang mudah sehingga tidak ada rumus pasti yang siap pakai dan berlaku umum demi keberhasilan suatu perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka, perusahaan memerlukan peran manajemen teknologi dan inovasi untuk mengembangkan pola pendekatan masing-masing yang paling sesuai sehingga mendapatkan teknik dan metode yang unik dan sesuai dengan nilai perusahaan untuk meraih keberhasilan dan keunggulan daya saing.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelajari lebih lanjut bagaimana mengaplikasikan manajemen teknologi dan inovasi (MTI) bersama MarkPlus Institute dan ITS dalam program Magister Manajemen Teknologi yang unggul, inovatif, profesional, dan berintegritas, <a href=\"https:\/\/technomarketing.markplusinstitute.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">MMT in Technomarketing<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini menawarkan bidang keahlian Technomarketing yang membahas aspek fundamental dalam dunia bisnis teknologi, seperti manajemen bisnis dan aspek strategis pemasaran bisnis teknologi, termasuk MTI.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bidang ini akan mengenalkan Anda tentang konsep, praktik dan studi kasus seputar bisnis dan pemasaran produk teknologi. Selain itu, Anda akan mendapatkan pengetahuan seluk-beluk manajemen teknologi dan manajemen marketing yang aplikatif agar dapat diterapkan dalam dunia bisnis atau perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari <a href=\"https:\/\/www.its.ac.id\/mt\/id\/akademik-program-studi-technomarketing\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\">MMT SIMT ITS<\/a> sekarang juga! Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa klik <a href=\"https:\/\/technomarketing.markplusinstitute.com\/#keunggulan\">di sini<\/a>, ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Secara dinamis, manajemen teknologi dan inovasi merupakan bagian yang sangat penting dalam proses penciptaan nilai pada bisnis. Kemajuan&hellip;","protected":false},"author":12,"featured_media":4405,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":459,"csco_singular_sidebar":"","csco_page_header_type":"","csco_page_load_nextpost":"","footnotes":""},"categories":[158],"tags":[212,211,210],"class_list":["post-3083","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-creativitiy-innovation","tag-manajemen-teknologi-dan-inovasi","tag-mmt-in-technomarketing","tag-program-magister","cs-entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3083"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3083\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4405"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3083"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}