{"id":3587,"date":"2023-09-18T15:00:00","date_gmt":"2023-09-18T08:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/contenthub.markplusinstitute.com\/?p=3587"},"modified":"2026-03-17T23:28:32","modified_gmt":"2026-03-17T16:28:32","slug":"apa-itu-sustainable-tourism","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-tourism\/","title":{"rendered":"Apa itu Sustainable Tourism: Definisi, Tujuan &amp; Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nature Climate Change pada tahun 2018, menunjukkan bahwa industri pariwisata menyumbang sebanyak 8% dari emisi gas rumah kaca global. Hal ini merupakan angka presentasi yang sangat besar jika mempertimbangkan semua kemungkinan sumber emisi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, dibutuhkan model pariwisata yang lebih berkelanjutan (<em>sustainable tourism<\/em>) untuk menanganinya, mengingat industri pariwisata merupakan salah satu industri besar yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai konsep <em>sustainable tourism<\/em>, mulai dari definisi, tujuan hingga contoh penerapannya. Simak artikel ini hingga selesai!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Sustainable_Tourism\"><\/span>Apa itu Sustainable Tourism?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-tourism\/#Apa_itu_Sustainable_Tourism\" >Apa itu Sustainable Tourism?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-tourism\/#Apa_Tujuan_dari_Sustainable_Tourism\" >Apa Tujuan dari Sustainable Tourism?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-tourism\/#Contoh_Sustainable_Tourism\" >Contoh Sustainable Tourism<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-tourism\/#Taman_Nasional_Baluran_Jawa_Timur\" >Taman Nasional Baluran, Jawa Timur<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-tourism\/#Pulau_Sumba_Nusa_Tenggara_Timur\" >Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-tourism\/#Pulau_Bali\" >Pulau Bali<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-tourism\/#Kawasan_Taman_Nasional_Komodo_Nusa_Tenggara_Timur\" >Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-tourism\/#Pulau_Gili_Lombok\" >Pulau Gili, Lombok<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-tourism\/#Raja_Ampat_Papua\" >Raja Ampat, Papua<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-tourism\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sustainable tourism<\/em> (pariwisata berkelanjutan) merupakan pengembangan konsep berwisata yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif, baik terhadap lingkungan, sosial, budaya, maupun ekonomi lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep ini mendorong pariwisata yang berkelanjutan dalam jangka panjang sehingga dapat mempertahankan daya tarik wisata sekaligus melindungi lingkungan alam dan mendukung kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa tanggung jawab utama dari <em>sustainable tourism<\/em>, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Melindungi lingkungan, sumber daya alam, dan satwa liar.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di daerah tujuan wisata.<\/li>\n\n\n\n<li>Melestarikan warisan budaya dan menciptakan pengalaman wisata yang otentik.<\/li>\n\n\n\n<li>Menyatukan wisatawan dan komunitas lokal untuk saling menguntungkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Menciptakan peluang wisata yang inklusif dan mudah diakses.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Tujuan_dari_Sustainable_Tourism\"><\/span>Apa Tujuan dari Sustainable Tourism?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Organisasi Pariwisata Dunia dan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengemukakan tujuan utama pariwisata berkelanjutan pada tahun 2005. Tujuan-tujuan ini akan membantu menunjukkan bagaimana pariwisata berkelanjutan dapat memberikan solusi terhadap berbagai tantangan global yang dihadapi industri saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut merupakan tujuan utama dari <em>sustainable tourism<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kelayakan Ekonomi<\/strong>. Memastikan destinasi dan bisnis pariwisata dapat bertahan, kompetitif, dan mampu mencapai kesuksesan jangka panjang.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\">\n<li><strong>Kesejahteraan Masyarakat Lokal.<\/strong> Memastikan kegiatan pariwisata dapat membantu masyarakat lokal berkembang secara ekonomi. Selain itu, <em>sustainable tourism<\/em> diharapkan dapat memastikan mereka tetap memiliki akses terhadap sumber daya dan tidak diremehkan atau dieksploitasi atas nama pariwisata.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\">\n<li><strong>Kualitas Pekerjaan<\/strong>. Meningkatkan jumlah lapangan kerja dan memastikan bahwa gaji serta kondisi para pekerja diperlakukan secara adil, aman dan tanpa adanya diskriminasi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\">\n<li><strong>Keadilan Sosial. <\/strong>Memastikan industri pariwisata memberikan kebermanfaatan dalam bidang ekonomi dan sosial pada masyarakat lokal.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\">\n<li><strong>Kualitas Pengalaman Liburan<\/strong>. Menciptakan pengalaman liburan yang aman dan memuaskan bagi wisatawan tanpa adanya diskriminasi berdasarkan ras, gender, seksualitas, disabilitas atau lainnya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"6\">\n<li><strong>Kontribusi Masyarakat Lokal<\/strong>. Memberdayakan masyarakat lokal agar memiliki peran dalam perencanaan serta pengambilan keputusan mengenai pariwisata di lingkungan mereka.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"7\">\n<li><strong>Pemeliharaan Kekayaan Budaya<\/strong>. Menghormati nilai-nilai, norma, warisan budaya, tradisi, kepercayaan, keaslian dan keunikan setempat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"8\">\n<li><strong>Integritas Fisik<\/strong>. Menjaga semua lanskap, baik perkotaan maupun pedesaan, dan memastikan bahwa lanskap tersebut tidak terdegradasi secara fisik atau visual akibat pariwisata.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"9\">\n<li><strong>Keanekaragaman Hayati. <\/strong>Melestarikan kawasan alami, satwa liar, dan habitat unik, serta melindunginya dan memastikan tidak ada kerusakan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"10\">\n<li><strong>Efisiensi Sumber Daya<\/strong>. Menggunakan sumber daya yang berkelanjutan dan terbarukan dalam pengembangan dan pengoperasian fasilitas dan layanan pariwisata.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"11\">\n<li><strong>Kemurnian Lingkungan<\/strong>. Melindungi tanah, udara dan air dari pencemaran dan limbah lainnya yang mungkin timbul sebagai akibat dari usaha pariwisata atau pengunjung yang terlibat.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"12\">\n<li><strong>Keseimbangan Antar Generasi<\/strong>. Menjaga keberlanjutan pariwisata untuk generasi mendatang sehingga destinasi tetap menarik dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Sustainable_Tourism\"><\/span>Contoh Sustainable Tourism<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Contoh-Sustainable-Tourism.webp\" alt=\"Contoh Sustainable Tourism\" class=\"wp-image-4471\" srcset=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Contoh-Sustainable-Tourism.webp 1000w, https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Contoh-Sustainable-Tourism-300x200.webp 300w, https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Contoh-Sustainable-Tourism-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Contoh Sustainable Tourism<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penerapan prinsip-prinsip <em>sustainable tourism<\/em> dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan karakteristik unik dari setiap destinasi wisata. Berikut ini contoh-contoh penerapannya di beberapa destinasi dan proyek pariwisata di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Taman_Nasional_Baluran_Jawa_Timur\"><\/span>Taman Nasional Baluran, Jawa Timur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Taman nasional ini merupakan tempat wisata berwawasan lingkungan yang mengutamakan konservasi alam sebagai pendukung pelestarian satwa dan lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat setempat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pulau_Sumba_Nusa_Tenggara_Timur\"><\/span>Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pulau Sumba merupakan salah satu contoh nyata dan sukses dari pariwisata berkelanjutan. Beberapa hotel dan <em>resort<\/em> di pulau ini berfokus pada ekowisata, yaitu menjaga budaya Sumba yang khas dan melibatkan komunitas lokal dalam pengelolaan pariwisata.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pulau_Bali\"><\/span>Pulau Bali<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun Bali telah kerap mengalami masalah <em>over-tourism<\/em>, beberapa inisiatif telah diambil untuk menjaga keberlanjutan pariwisata. Banyak resor dan bisnis di Bali telah beralih ke energi terbarukan. Selain itu, mereka juga memperkenalkan program pengelolaan sampah yang lebih baik dan mendukung kegiatan ekowisata.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kawasan_Taman_Nasional_Komodo_Nusa_Tenggara_Timur\"><\/span>Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Taman nasional ini menerapkan peraturan yang cukup ketat untuk melindungi komodo dan habitatnya dengan mengatur jumlah pengunjung dan mengenakan biaya masuk yang relatif tinggi demi mendukung konservasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pulau_Gili_Lombok\"><\/span>Pulau Gili, Lombok<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pulau Gili telah mengadopsi larangan penggunaan plastik sekali pakai, seperti kantong plastik dan botol air. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keindahan perairan di sekitar pulau ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Raja_Ampat_Papua\"><\/span>Raja Ampat, Papua<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Raja Ampat di Papua dikenal sebagai salah satu destinasi selam terbaik di dunia. Berbagai upaya konservasi telah diambil untuk melindungi terumbu karang dan berbagai keindahan lautnya. Di sini, pengunjung diberi edukasi tentang pentingnya melindungi lingkungan laut selama kunjungan mereka.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa <em>sustainable tourism<\/em> berusaha untuk menciptakan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan. Hal ini penting dilakukan agar keberlangsungan industri pariwisata dapat dilakukan dalam jangka panjang, tanpa merusak sumber daya alam maupun budaya yang ada.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila Anda memiliki atau bekerja di perusahaan pariwisata, Anda bisa mempelajari praktik <em>sustainable tourism<\/em> (pariwisata berkelanjutan) yang tepat bersama program kekhususan eksekutif kolaborasi antara Unika Atma Jaya, universitas yang mengusung kajian <em>sustainability<\/em> komprehensif di Indonesia, dengan MarkPlus Institute, konsultan pemasaran pertama dan ternama di Indonesia, yaitu <a href=\"https:\/\/sustainability-marketing.markplusinstitute.com\/\">Program Master in Management Sustainability Marketing.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini bertujuan untuk membentuk talenta organisasi yang mampu membangun strategi bisnis, memahami manajemen bisnis berkelanjutan dan menguasai strategi <em>marketing<\/em> yang aplikatif dan bisa membangun <em>market competitiveness<\/em>. Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari Sustainability Marketing sekarang juga!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan berikut ini <a href=\"https:\/\/sustainability-marketing.markplusinstitute.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sustainability Marketing<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nature Climate Change pada tahun 2018, menunjukkan bahwa industri pariwisata menyumbang sebanyak 8%&hellip;","protected":false},"author":12,"featured_media":4469,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":3231,"csco_singular_sidebar":"","csco_page_header_type":"","csco_page_load_nextpost":"","footnotes":""},"categories":[164],"tags":[246,210,311],"class_list":["post-3587","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-sustainability-and-impact","tag-master-in-management-sustainability-marketing","tag-program-magister","tag-sustainable-tourism","cs-entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3587"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3587\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}