{"id":3960,"date":"2023-10-30T10:15:00","date_gmt":"2023-10-30T03:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/contenthub.markplusinstitute.com\/?p=3960"},"modified":"2023-12-30T16:04:46","modified_gmt":"2023-12-30T09:04:46","slug":"pentingnya-sustainable-leadership","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/","title":{"rendered":"Pentingnya Sustainable Leadership bagi Masa Depan Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut laporan dari EY Global Institutional Investor tahun 2021, sebanyak 74% investor melakukan divestasi pada perusahaan yang memiliki kinerja keberlanjutan (<em>sustainability<\/em>) yang buruk. Oleh karena itu, saat ini dunia bisnis memerlukan model kepemimpinan baru yang menjadikan <em>sustainability<\/em> sebagai prioritas utama atau disebut sebagai <em>sustainable leadership<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut berguna untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup dan sosial. Para pemimpin dari seluruh bidang harus berkolaborasi untuk mengubah budaya perusahaan, mengembangkan solusi jangka panjang dan berpikir kreatif. Tanpa adanya dukungan dari seorang pemimpin, maka konsep dari <em>sustainability<\/em> ini tidak akan berjalan dengan efektif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, apa sebenarnya <em>sustainable leadership<\/em>? Seperti apa ciri-cirinya? Simak penjelasannya di artikel ini, ya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Sustainable_Leadership\"><\/span>Apa itu Sustainable Leadership?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#Apa_itu_Sustainable_Leadership\" >Apa itu Sustainable Leadership?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#Mengapa_Sustainable_Leadership_sangat_Penting\" >Mengapa Sustainable Leadership sangat Penting?<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#1_Bentuk_Pertanggungjawaban_Sosial_dan_Lingkungan\" >1. Bentuk Pertanggungjawaban Sosial dan Lingkungan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#2_Kepatuhan_Peraturan_dan_Hukum\" >2. Kepatuhan Peraturan dan Hukum<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#3_Efisiensi_Sumber_Daya\" >3. Efisiensi Sumber Daya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#4_Reputasi_dan_Branding\" >4. Reputasi dan Branding<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#5_Akses_ke_Modal_dan_Investasi\" >5. Akses ke Modal dan Investasi<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#Ciri-ciri_Sustainable_Leadership\" >Ciri-ciri Sustainable Leadership<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#1_Big-Picture_Thinking\" >1. Big-Picture Thinking<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#2_Boundary-Crossing\" >2. Boundary-Crossing<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#3_Memberikan_Pengaruh\" >3. Memberikan Pengaruh<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#4_Menyukai_Kompleksitas\" >4. Menyukai Kompleksitas<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#5_Penuh_Semangat\" >5. Penuh Semangat<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/pentingnya-sustainable-leadership\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sustainable leadership<\/em> adalah model kepemimpinan pada seorang pemimpin yang mendorong <a href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-business\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">agenda keberlanjutan (<em>sustainability<\/em>)<\/a> dalam suatu perusahaan atau organisasi. Keberlanjutan di sini maksudnya memastikan bahwa bisnis yang dijalankan dapat beroperasi dalam jangka waktu yang lama, tanpa menghabiskan sumber daya fisik dan manusia yang diperlukan untuk operasionalnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal tersebut tidak hanya mencakup perlindungan pada lingkungan, melainkan juga pada sosial masyarakat. Contohnya, mengimbangi emisi karbon, melindungi privasi konsumen, menerapkan proses perekrutan yang adil, dan lain sebagainya. <em>Sustainable leadership<\/em> membangun nilai-nilai tersebut ke dalam strategi bisnis mereka dan memengaruhi orang lain atau timnya untuk menumbuhkan budaya keberlanjutan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Sustainable_Leadership_sangat_Penting\"><\/span>Mengapa Sustainable Leadership sangat Penting?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah memahami definisi dari <em>sustainable leadership<\/em>, berikut ini akan dijelaskan beberapa alasan mengapa model kepemimpinan ini sangat penting dan dibutuhkan saat ini, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Bentuk_Pertanggungjawaban_Sosial_dan_Lingkungan\"><\/span>1. Bentuk Pertanggungjawaban Sosial dan Lingkungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemimpin yang berkelanjutan mengakui bahwa organisasi atau perusahaan mereka memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kepatuhan_Peraturan_dan_Hukum\"><\/span>2. Kepatuhan Peraturan dan Hukum<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sudah banyak negara yang telah memperketat regulasi terkait dengan keberlanjutan dan lingkungan. Pemimpin yang berkelanjutan akan membantu dan mendorong perusahaan mereka untuk mematuhi peraturan ini, mengurangi risiko hukum dan memastikan seluruh operasional perusahaan mempertimbangkan keberlanjutan jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Efisiensi_Sumber_Daya\"><\/span>3. Efisiensi Sumber Daya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengadopsi praktik bisnis yang berkelanjutan akan membantu perusahaan dalam mengelola dan menggunakan sumber daya dengan lebih efisien. Contohnya, penggunaan energi, air, bahan baku, dan lain sebagainya. Dengan cara ini, organisasi dapat mengurangi biaya operasional jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Reputasi_dan_Branding\"><\/span>4. Reputasi dan Branding<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perusahaan yang terlibat dalam keberlanjutan cenderung memiliki reputasi yang lebih baik di mata konsumen, masyarakat ataupun pemangku kepentingan. Hal ini tentu dapat membantu mereka membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan, karyawan dan mitra bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Akses_ke_Modal_dan_Investasi\"><\/span>5. Akses ke Modal dan Investasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa saat ini semakin banyak investor dan lembaga keuangan yang memprioritaskan investasi pada perusahaan yang mengadopsi praktik bisnis berkelanjutan. Pemimpin yang berkelanjutan dapat membuka pintu untuk akses ke modal tambahan dan sumber pendanaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ciri-ciri_Sustainable_Leadership\"><\/span>Ciri-ciri Sustainable Leadership<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Mengapa-Sustainable-Leadership-Sangat-Penting.webp\" alt=\"CIri-ciri Sustainable Leadership\" class=\"wp-image-4398\" srcset=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Mengapa-Sustainable-Leadership-Sangat-Penting.webp 1000w, https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Mengapa-Sustainable-Leadership-Sangat-Penting-300x200.webp 300w, https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/Mengapa-Sustainable-Leadership-Sangat-Penting-768x512.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">CIri-ciri Sustainable Leadership<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Sustainable leadership<\/em> hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Akan tetapi, terdapat beberapa karakteristik atau prinsip utama yang dimiliki oleh para pemimpin ini, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Big-Picture_Thinking\"><\/span>1. Big-Picture Thinking<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemimpin yang berkelanjutan memikirkan dampak jangka panjang dari bisnis mereka. Mereka melihat perusahaan mereka sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar: industri, komunitas, rantai pasokan global, dan lingkungan. Paul Polman, mantan CEO Unilever, misalnya, menghilangkan pelaporan triwulanan (tiga bulan) kepada investor di Unilever untuk menghindari <em>short-term thinking.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Boundary-Crossing\"><\/span>2. Boundary-Crossing<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemimpin berkelanjutan tidak hanya mempertimbangkan keuntungan dan keberhasilan internal perusahaan, melainkan juga dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan dan ekonomi di luar perusahaan. Oleh karena itu, mereka membangun hubungan yang baik dan kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, masyarakat, LSM, dan sektor non-profit. Mereka berusaha untuk memahami kebutuhan dan harapan dari berbagai pihak tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Memberikan_Pengaruh\"><\/span>3. Memberikan Pengaruh<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa pemimpin keberlanjutan yang paling sukses tidak mempunyai otoritas yang mengharuskan orang untuk melakukan apa yang mereka perintahkan. Sebaliknya, mereka memimpin dengan bersikap autentik, membangun hubungan, menunjukkan pengetahuan mereka dan menginspirasi visi bersama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Menyukai_Kompleksitas\"><\/span>4. Menyukai Kompleksitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Biasanya, dalam menerapkan strategi keberlanjutan, para pemimpin diharuskan untuk menghadapi persaingan kepentingan, ketidakpastian, dan tantangan teknis. Kesabaran, kreativitas, keterampilan manajemen konflik, dan kemauan untuk bereksperimen adalah kunci kepemimpinan berkelanjutan<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Penuh_Semangat\"><\/span>5. Penuh Semangat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Passion<\/em> (gairah) dapat menjadi pendorong utama di balik inovasi dalam praktik bisnis berkelanjutan. Seorang pemimpin yang penuh semangat akan mencari berbagai cara baru untuk meningkatkan kinerja lingkungan dan sosial. Mereka akan mempertahankan komitmen terhadap tujuan keberlanjutan, meskipun dihadapkan pada berbagai rintangan atau tantangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa <em>sustainable leadership<\/em> sangat dibutuhkan perusahaan saat ini. Bukan hanya untuk mengoptimalkan profitabilitas jangka pendek namun juga memastikan keberlangsungan dan dampak positif jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Anda bisa mempelajari konsep mengenai <em>sustainability<\/em> lebih mendalam bersama program kekhususan eksekutif kolaborasi antara Unika Atma Jaya, universitas yang mengusung kajian <em>sustainability<\/em> komprehensif di Indonesia, dengan MarkPlus Institute, konsultan pemasaran pertama dan ternama di Indonesia, yaitu <a href=\"https:\/\/sustainability-marketing.markplusinstitute.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Program Master in Management Sustainability Marketing.<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Program ini bertujuan untuk membentuk talenta organisasi yang mampu membangun strategi bisnis, memahami manajemen bisnis berkelanjutan dan menguasai strategi <em>marketing<\/em> yang aplikatif dan bisa membangun <em>market competitiveness<\/em>. Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari <a href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-marketing\/\">Sustainability Marketing<\/a> sekarang juga!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk informasi lebih lanjut, klik tautan berikut ini <a href=\"https:\/\/sustainability-marketing.markplusinstitute.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sustainability Marketing<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Menurut laporan dari EY Global Institutional Investor tahun 2021, sebanyak 74% investor melakukan divestasi pada perusahaan yang memiliki&hellip;","protected":false},"author":12,"featured_media":4397,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":716,"csco_singular_sidebar":"","csco_page_header_type":"","csco_page_load_nextpost":"","footnotes":""},"categories":[164,158],"tags":[246,210,370],"class_list":["post-3960","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-sustainability-and-impact","category-creativitiy-innovation","tag-master-in-management-sustainability-marketing","tag-program-magister","tag-sustainable-leadership","cs-entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3960"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3960\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4397"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}