{"id":4335,"date":"2023-12-15T08:00:00","date_gmt":"2023-12-15T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/contenthub.markplusinstitute.com\/?p=4335"},"modified":"2026-03-17T23:14:33","modified_gmt":"2026-03-17T16:14:33","slug":"consumer-behaviour-gen-z","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/consumer-behaviour-gen-z\/","title":{"rendered":"8 Karakteristik Consumer Behaviour pada Gen Z"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini, generasi z (Gen Z) memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap laju perekonomian. Untuk tetap relevan dan berkembang, suatu perusahaan perlu mempelajari <em>consumer behaviour<\/em> (perilaku konsumen) yang melekat pada Gen Z, sebelum merencanakan strategi pemasaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa demikian? Karena Gen Z memiliki pola <em>consumer behaviour<\/em> dengan perspektif, preferensi serta harapan yang berbeda, dibandingkan dengan generasi sebelumnya (sebut saja generasi <em>boomers<\/em> dan <em>millennials<\/em>).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menariknya, mereka yang lahir antara tahun 1997 dan 2012 ini merupakan generasi pertama yang tidak pernah mengenal dunia tanpa internet dan <em>gadget<\/em>, sehingga hal ini menjadikan mereka sebagai masyarakat asli digital (<em>digital native<\/em>).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, tidak heran apabila Gen Z selalu mengandalkan <em>gadget<\/em> mereka untuk mencari produk yang dibutuhkan dan cenderung berinteraksi dengan <em>brand<\/em> favorit mereka secara <em>online<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini akan mengupas satu per satu karakteristik <em>consumer behaviour<\/em> Gen Z yang bisa Anda pertimbangkan, sebelum memutuskan strategi pemasaran yang cocok diimplementasikan oleh perusahaan Anda. Simak artikel ini hingga selesai!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karakteristik_Consumer_Behaviour_Gen_Z\"><\/span>Karakteristik Consumer Behaviour Gen Z<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2><div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_82_2 counter-hierarchy ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Table of Contents<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/consumer-behaviour-gen-z\/#Karakteristik_Consumer_Behaviour_Gen_Z\" >Karakteristik Consumer Behaviour Gen Z<\/a><ul class='ez-toc-list-level-3' ><li class='ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/consumer-behaviour-gen-z\/#1_Bersedia_Membayar_Lebih_Mahal_untuk_Produk_Ramah_Lingkungan\" >1. Bersedia Membayar Lebih Mahal untuk Produk Ramah Lingkungan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/consumer-behaviour-gen-z\/#2_Spend_Less\" >2. Spend Less<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/consumer-behaviour-gen-z\/#3_Memanfaatkan_Media_Sosial_untuk_Berbelanja\" >3. Memanfaatkan Media Sosial untuk Berbelanja<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/consumer-behaviour-gen-z\/#4_Bergantung_pada_Influencer\" >4. Bergantung pada Influencer<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/consumer-behaviour-gen-z\/#5_Mementingkan_Autentisitas_Brand\" >5. Mementingkan Autentisitas Brand<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/consumer-behaviour-gen-z\/#6_Menyukai_Mobile_Payment\" >6. Menyukai Mobile Payment<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/consumer-behaviour-gen-z\/#7_Menyukai_Konten_yang_Singkat\" >7. Menyukai Konten yang Singkat<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-3'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/consumer-behaviour-gen-z\/#8_Kurang_Memiliki_Loyalitas_Merek_Brand_Loyalty\" >8. Kurang Memiliki Loyalitas Merek (Brand Loyalty)<\/a><\/li><\/ul><\/li><li class='ez-toc-page-1 ez-toc-heading-level-2'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/consumer-behaviour-gen-z\/#Penutup\" >Penutup<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut sensus penduduk yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020, saat ini penduduk Indonesia didominasi oleh Gen Z (sebanyak 27,94% penduduk). Oleh karena itu, mereka menjadi pasar utama dalam dunia bisnis dan laju perekonomian. Berikut ini akan dijelaskan beberapa karakteristik <em>consumer behaviour<\/em> yang melekat pada Gen Z, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Bersedia_Membayar_Lebih_Mahal_untuk_Produk_Ramah_Lingkungan\"><\/span>1. Bersedia Membayar Lebih Mahal untuk Produk Ramah Lingkungan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai generasi pertama yang tumbuh di dunia yang penuh dengan perubahan iklim, polusi dan sampah plastik, Gen Z sangat sadar (<em>aware<\/em>) akan dampak yang ditimbulkan manusia terhadap lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan, menurut sebuah survei yang dilakukan oleh IBM (<em>International Business Machines Corporation<\/em>), sebanyak 73% Gen Z bersedia membayar lebih untuk produk ramah lingkungan. Statistik tersebut mengungkapkan adanya perubahan yang signifikan pada perilaku konsumen dan menyoroti pentingnya <em><a href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/apa-itu-sustainable-business\/\">sustainability<\/a><\/em> (keberlanjutan) dalam pemasaran bagi generasi yang sadar lingkungan alias Gen Z.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Spend_Less\"><\/span>2. Spend Less<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak Gen Z yang tumbuh besar dengan menyaksikan orang tua mereka mengalami kesulitan keuangan dan kesulitan besar selama resesi tahun 2008. Oleh karena itu, mereka lebih hemat dan sensitif terhadap harga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebanyak 19% Gen Z bersedia membeli secara kredit, dibandingkan generasi milenial yang 30% cenderung melakukan hal yang sama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/consumer-behaviour.jpg\" alt=\"consumer behaviour gen z\" class=\"wp-image-4337\" srcset=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/consumer-behaviour.jpg 1000w, https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/consumer-behaviour-300x200.jpg 300w, https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/consumer-behaviour-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Consumer Behaviour Gen z<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Memanfaatkan_Media_Sosial_untuk_Berbelanja\"><\/span>3. Memanfaatkan Media Sosial untuk Berbelanja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Faktanya kebiasaan konsumen telah beralih ke media sosial untuk mencari produk yang mereka sukai dan butuhkan. Apalagi Gen Z kurang terlahir sebagai <em>digital native<\/em> dan memiliki pendekatan yang sangat berbeda terhadap media sosial dan digitalisasi secara umum. Mereka menggunakan media sosial untuk mencari inspirasi, meneliti produk dan terhubung dengan merek favorit mereka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Bergantung_pada_Influencer\"><\/span>4. Bergantung pada Influencer<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dibandingkan dengan kelompok usia yang lebih tua, Gen Z cenderung kurang mempercayai perusahaan. Sebaliknya, mereka memilih untuk mengikuti <em>influencer<\/em> di Instagram, TikTok ataupun YouTube, yang memiliki pengikut dan jangkauan yang tinggi. <em>Influencer<\/em> tersebut dapat memengaruhi mereka untuk memutuskan apakah suatu produk layak dibeli atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Mementingkan_Autentisitas_Brand\"><\/span>5. Mementingkan Autentisitas Brand<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gen Z cenderung mencari dan menghargai <em>brand<\/em> yang berani memberikan pengalaman yang autentik dan transparan. Maksudnya, <em>brand<\/em> tersebut memberikan informasi tentang proses produksi, bahan-bahan yang digunakan, hingga dampak yang mereka ciptakan terhadap sosial dan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Menyukai_Mobile_Payment\"><\/span>6. Menyukai Mobile Payment<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gen Z sangat menyukai <em>mobile payment<\/em> atau pembayaran yang dilakukan melalui smartphone. Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa mobile payment memungkinkan untuk melakukan transaksi dengan cepat dan mudah, tanpa perlu mengeluarkan uang tunai atau menggunakan kartu kredit fisik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Menyukai_Konten_yang_Singkat\"><\/span>7. Menyukai Konten yang Singkat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gen Z tumbuh pada era digital di mana informasi disajikan dengan cepat melalui <em>platform<\/em> media sosial dan aplikasi berbasis gambar ataupun video. Oleh karena itu, konten yang singkat dan mudah dicerna cenderung lebih efektif untuk menarik perhatian mereka. Konten tersebut dapat berupa video pendek, meme, hingga pesan edukasi secara singkat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Kurang_Memiliki_Loyalitas_Merek_Brand_Loyalty\"><\/span>8. Kurang Memiliki Loyalitas Merek (Brand Loyalty)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memasuki era Gen Z, terjadi pergeseran dalam loyalitas merek (<em><a href=\"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/cara-membangun-brand-loyalty\/\">brand loyalty<\/a><\/em>) dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Gen Z cenderung terbuka untuk mencoba berbagai merek dan produk baru yang kerap dipengaruhi oleh rekomendasi teman sebaya ataupun <em>influencer<\/em> yang ada di media sosial.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penutup\"><\/span>Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan perlu memahami karakteristik <em>consumer behaviour<\/em> (perilaku konsumen) Gen Z, sebagai generasi yang saat ini telah mendominasi pasar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dibandingkan generasi sebelumnya, Gen Z memiliki sikap dan kebiasaan yang sangat unik sebab mereka hidup di zaman yang serba digital. Oleh karena itu, perusahaan atau <em>brand<\/em> dituntut untuk mempelajarinya lebih mendalam, agar bisa menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif dan relevan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam program <a href=\"https:\/\/smemba.markplusinstitute.com\/\">Executive MBA in Strategic Marketing SBM ITB bersama MarkPlus Institute<\/a>, Anda akan mendapatkan materi mengenai <em>consumer behaviour<\/em> Gen Z secara lengkap, mulai dari teori hingga praktik implementasinya. Program ini merupakan pascasarjana pertama dan satu-satunya dalam bidang pemasaran strategis di Indonesia yang dirancang untuk memberikan Anda pemahaman tentang bagaimana strategi pemasaran harus dirumuskan dalam lanskap Indonesia dan ASEAN.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian besar mata pelajaran dibuat untuk memberikan sudut pandang yang lebih kontekstual sesuai dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini dan di masa mendatang sehingga cocok untuk Anda yang telah memiliki pengalaman kerja berkualitas tinggi dan ingin menambah pengetahuan tentang <em>strategic marketing<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tunggu apalagi? Pantau informasi pendaftarannya di <a href=\"https:\/\/smemba.markplusinstitute.com\/\">sini<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"Saat ini, generasi z (Gen Z) memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap laju perekonomian. Untuk tetap relevan dan&hellip;","protected":false},"author":12,"featured_media":4336,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"iawp_total_views":2327,"csco_singular_sidebar":"","csco_page_header_type":"","csco_page_load_nextpost":"","footnotes":""},"categories":[165],"tags":[402,215,403,210],"class_list":["post-4335","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-strategy-and-planning","tag-consumer-behaviour","tag-executive-mba-in-strategic-marketing-sbm-itb","tag-gen-z","tag-program-magister","cs-entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4335"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4335\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/markplusinstitute.com\/explore\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}