Teknologi digital telah mengubah cara orang membangun bisnis. Jika sebelumnya seorang entrepreneur perlu memikirkan lokasi toko, kantor, atau jaringan distribusi untuk menjangkau pelanggan, kini sebagian besar aktivitas tersebut dapat dilakukan melalui internet. Bisnis bisa dipasarkan lewat media sosial, dijalankan melalui marketplace, atau bahkan sepenuhnya hadir dalam bentuk layanan digital.
Dari perubahan tersebut, muncul istilah digital entrepreneur. Kehadiran teknologi memberi ruang bagi entrepreneur untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus menjalankan bisnis dengan cara yang lebih fleksibel.
Meski begitu, menjadi digital entrepreneur bukan sekadar membuka toko online. Ada proses untuk menemukan kebutuhan pasar, menentukan model bisnis, membangun hubungan dengan pelanggan, hingga memilih teknologi yang tepat. Karena itu, mari pahami karakteristik dan skill yang dibutuhkan untuk menjadi seorang digital entrepreneur.
Apa Itu Digital Entrepreneur?
Digital entrepreneur adalah entrepreneur yang memanfaatkan teknologi digital dan platform online untuk menjalankan serta mengembangkan bisnis. Teknologi digunakan dalam berbagai bagian bisnis, terutama untuk menemukan pelanggan, memasarkan produk atau jasa, dan memperluas jangkauan pasar.
Jenis bisnis yang masuk dalam kategori ini pun cukup beragam. Seorang konsultan yang mendapatkan klien melalui platform digital, misalnya, dapat menjalankan bisnis sebagai digital entrepreneur. Begitu pula dengan pemilik online store, penyedia kursus online, pengembang software, atau pelaku bisnis berbasis konten.
Beberapa bentuk bisnis digital yang umum dijalankan, antara lain:
- E-commerce dan online store.
- Produk digital seperti e-book, template, dan online course.
- Jasa konsultasi atau layanan profesional secara online.
- Software dan aplikasi digital.
- Bisnis berbasis konten.
- Layanan berbasis platform atau subscription.
Jadi, pembeda utamanya bukan sekadar apakah produk dijual secara online. Teknologi digital menjadi bagian penting dari cara bisnis tersebut menciptakan value dan menjangkau konsumennya.
Apa Perbedaan Digital Entrepreneur dan Entrepreneur Konvensional?
Pada dasarnya, keduanya memiliki fondasi yang sama. Seorang entrepreneur tetap perlu memahami pelanggan, mengelola risiko, membangun bisnis, dan mencari cara agar usahanya dapat bertahan. Yang membedakan adalah cara teknologi digunakan dalam menjalankan bisnis.
Entrepreneur konvensional umumnya lebih bergantung pada aset dan aktivitas fisik. Sementara itu, digital entrepreneur dapat menggunakan platform digital sebagai bagian utama dari kegiatan bisnisnya. Perbedaan ini membuat bisnis digital memiliki peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa harus selalu menambah lokasi fisik.
Perbedaannya dapat dilihat dari beberapa hal, di antaranya:
| Aspek | Digital Entrepreneur | Entrepreneur Konvensional |
| Kanal bisnis | Mengandalkan platform digital seperti website, marketplace, media sosial, atau aplikasi sebagai bagian utama bisnis. | Lebih banyak mengandalkan toko, kantor, atau lokasi fisik dalam menjalankan bisnis. |
| Jangkauan pasar | Dapat menjangkau pelanggan dari berbagai wilayah melalui internet. | Cenderung lebih bergantung pada lokasi dan jangkauan operasional bisnis secara fisik. |
| Cara mendapatkan pelanggan | Memanfaatkan search engine, media sosial, marketplace, digital advertising, dan kanal online lainnya. | Lebih banyak mengandalkan networking, rekomendasi, relasi, serta aktivitas pemasaran offline. |
| Interaksi dengan pelanggan | Interaksi dapat dilakukan melalui berbagai digital touchpoint, seperti media sosial, website, email, atau chat. | Interaksi lebih banyak dilakukan secara langsung atau melalui kanal komunikasi konvensional. |
| Kebutuhan aset fisik | Dapat menjalankan bisnis dengan kebutuhan ruang dan aset fisik yang relatif lebih fleksibel. | Umumnya membutuhkan lebih banyak aset fisik sesuai dengan model bisnis yang dijalankan. |
| Potensi ekspansi | Teknologi digital memungkinkan bisnis menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus selalu membuka lokasi baru. | Ekspansi dapat lebih banyak membutuhkan tambahan lokasi, fasilitas, atau sumber daya fisik. |
| Pemanfaatan teknologi | Teknologi menjadi bagian penting dalam pemasaran, operasional, interaksi pelanggan, hingga pengembangan bisnis. | Teknologi dapat digunakan untuk mendukung bisnis, tetapi tidak selalu menjadi bagian utama dari model bisnis. |
Apa Saja Karakteristik Digital Entrepreneur?
Berada di lingkungan digital berarti berhadapan dengan perubahan yang hampir tidak berhenti. Platform baru bermunculan, tren berganti, dan apa yang menarik perhatian konsumen hari ini belum tentu relevan beberapa bulan kemudian.
Situasi tersebut membuat digital entrepreneur perlu memiliki pola pikir yang terbuka. Kemampuan beradaptasi menjadi penting, tetapi tidak kalah penting adalah kemampuan melihat apakah sebuah perubahan memang memberikan peluang bagi bisnis.
Karakteristik yang perlu dimiliki, antara lain:
- Adaptif terhadap perubahan teknologi dan pasar.
- Berorientasi pada pelanggan dalam mengambil keputusan bisnis.
- Inovatif dalam menemukan solusi dan menciptakan value.
- Berani mengambil risiko dengan perhitungan yang matang.
- Terbiasa menggunakan data sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.
- Mampu membangun diferensiasi di tengah persaingan.
- Terbuka terhadap feedback dari pelanggan maupun pihak lain.
- Memiliki growth mindset untuk terus belajar dan berkembang.
Karakter tersebut pada akhirnya membantu entrepreneur menghadapi satu kenyataan penting dalam bisnis digital: perubahan adalah bagian dari bisnis, bukan sesuatu yang bisa dihindari.
Skill Apa yang Dibutuhkan Digital Entrepreneur?
Memiliki entrepreneurial mindset saja belum cukup. Digital entrepreneur juga perlu memahami sejumlah kemampuan yang dapat membantu mereka mengambil keputusan dan menjalankan bisnis secara lebih terarah.
Tidak berarti semua entrepreneur harus menjadi ahli teknologi. Yang lebih penting adalah memahami fungsi teknologi dan mengetahui kapan teknologi tersebut benar-benar dibutuhkan oleh bisnis.
Beberapa skill yang relevan meliputi:
- Digital marketing untuk menjangkau dan membangun hubungan dengan pelanggan.
- Market research untuk membaca kebutuhan dan perilaku pasar.
- Business strategy untuk menentukan positioning, value proposition, model bisnis, dan arah pertumbuhan.
- Data literacy untuk membaca informasi dan menggunakannya dalam pengambilan keputusan.
- Customer experience untuk memahami perjalanan pelanggan.
- Communication untuk membangun hubungan dengan pelanggan, partner, dan tim.
- Leadership untuk mengarahkan orang ketika bisnis mulai berkembang.
- Problem solving untuk menghadapi persoalan yang muncul dalam perjalanan bisnis.
- Technology literacy untuk menentukan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan.
Bagaimana Cara Memulai Menjadi Digital Entrepreneur?
Memulai bisnis digital tidak harus langsung dilakukan dengan modal besar atau teknologi yang rumit. Justru, langkah awal yang lebih penting adalah memastikan ada masalah yang memang ingin diselesaikan dan orang yang membutuhkan solusi tersebut.
Setelah peluangnya terlihat, ide bisnis dapat diuji sebelum dikembangkan lebih jauh. Dari proses tersebut, entrepreneur bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki, siapa pelanggan yang paling potensial, dan bagaimana bisnis dapat menghasilkan pendapatan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:
- Mengidentifikasi masalah dan kebutuhan pasar.
- Menentukan target market dan niche.
- Menyusun value proposition yang jelas.
- Memvalidasi ide kepada calon pelanggan.
- Menentukan model bisnis dan sumber pendapatan.
- Membangun kehadiran melalui kanal digital yang relevan.
- Menyusun strategi marketing.
- Memanfaatkan teknologi untuk mendukung operasional.
- Mengevaluasi bisnis berdasarkan data dan feedback.
Bagi profesional yang ingin membangun perspektif entrepreneurial secara lebih menyeluruh, MarkPlus Institute juga menawarkan program Certified Entrepreneurial Marketer (CEM) Asia. Program ini membahas keterkaitan marketing dengan finance, operation, leadership, entrepreneurship, serta technology and human-centered innovation.
Materinya mencakup From Professional to Entrepreneurial Marketing, Entrepreneurship and Leadership in Modern Organizations, Technology and Human-Centered Innovation, serta Creativity, Innovation, and Digital Transformation.
Jadi, tertarik memperkuat kemampuan marketing sekaligus entrepreneurial mindset? Pelajari program CEM Asia dari MarkPlus Institute untuk memperluas perspektif dalam menghadapi bisnis yang semakin digital di sini.
Referensi:



