Perkembangan teknologi menciptakan berbagai peluang baru dalam dunia bisnis. Teknologi kini tidak lagi hanya digunakan untuk mendukung kegiatan operasional, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan produk, layanan, dan model bisnis baru.
Kondisi ini pun mendorong munculnya berbagai bisnis berbasis teknologi, mulai dari software dan aplikasi hingga artificial intelligence (AI), fintech, e-commerce, dan cybersecurity. Di tengah perubahan tersebut, muncul istilah tech entrepreneur.
Menjadi tech entrepreneur sendiri bukan berarti sekadar menciptakan aplikasi atau menguasai teknologi tertentu. Mereka perlu memahami pasar, mengenali kebutuhan pelanggan, menyusun strategi bisnis, membangun tim, mencari pendanaan, hingga membawa produk ke pasar.
Lantas, apa itu tech entrepreneur dan apa saja yang dikerjakannya? Mari simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Tech Entrepreneur?
Tech entrepreneur adalah individu yang membangun dan menjalankan bisnis dengan berfokus pada produk atau layanan berbasis teknologi. Mereka melihat peluang dari perkembangan teknologi maupun permasalahan yang terjadi di pasar, kemudian mengembangkan solusi yang dapat memberikan nilai bagi penggunanya.
Karena itu, seorang tech entrepreneur perlu memiliki cara berpikir yang tidak hanya berorientasi pada teknologi. Teknologi yang canggih belum tentu menjadi bisnis yang berhasil apabila tidak mampu menjawab kebutuhan pelanggan.
Kemampuan membaca peluang, mengambil risiko, memecahkan masalah, dan membawa inovasi ke pasar menjadi bagian penting dari perannya. Selain itu, karakteristik yang umumnya dimiliki tech entrepreneur, antara lain:
- Mampu melihat peluang dari perkembangan teknologi.
- Berorientasi pada penyelesaian masalah.
- Terbuka terhadap inovasi dan eksperimen.
- Berani mengambil risiko dalam membangun bisnis.
- Mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan pasar.
- Memiliki kemampuan memimpin dan mengembangkan tim.
Apa Saja yang Dikerjakan Tech Entrepreneur?
Peran tech entrepreneur sebenarnya dimulai sebelum sebuah produk teknologi dibuat. Mereka perlu menentukan masalah apa yang ingin diselesaikan dan apakah solusi tersebut memang dibutuhkan pasar. Dari sana, ide dikembangkan menjadi produk sekaligus model bisnis yang dapat dijalankan.
Ketika bisnis mulai berjalan, tanggung jawabnya pun semakin luas. Tech entrepreneur harus memikirkan pengembangan produk, strategi pemasaran, pendanaan, hingga ekspansi. Mereka juga perlu bekerja bersama berbagai pihak, mulai dari developer dan engineer hingga marketer dan tim operasional.
Beberapa pekerjaan utamanya meliputi:
- Mengembangkan ide, dengan menemukan kebutuhan atau celah pasar yang dapat diselesaikan melalui teknologi.
- Menyusun rencana bisnis, termasuk model bisnis, strategi, pricing, marketing, dan roadmap.
- Mengembangkan produk, bersama engineer dan designer melalui proses pengembangan dan penyempurnaan secara berkelanjutan.
- Membangun tim, dengan merekrut dan mengarahkan talenta dari berbagai bidang.
- Mencari pendanaan, baik melalui investor, venture capital, angel investor, maupun sumber lainnya.
- Meluncurkan dan mengembangkan bisnis, dengan memantau respons pasar serta mencari peluang untuk melakukan scaling.
- Mengelola risiko, terutama ketika teknologi, kompetisi, dan kebutuhan pelanggan terus berubah.
Tech Entrepreneur Bisa Bergerak di Bidang Apa Saja?
Tidak ada satu industri yang secara khusus menjadi wilayah tech entrepreneur. Selama teknologi dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah atau menciptakan nilai baru, peluang entrepreneurship dapat muncul di berbagai bidang.
Beberapa bidang yang banyak menggunakan pendekatan tersebut, antara lain:
- Software dan SaaS, seperti aplikasi dan platform digital.
- AI dan Machine Learning, termasuk automation, computer vision, dan robotics.
- Cybersecurity, untuk perlindungan data dan sistem digital.
- Fintech, seperti pembayaran digital, perbankan, dan investasi.
- Healthtech dan EdTech, yang menggunakan teknologi untuk layanan kesehatan dan pendidikan.
- Green Tech, yang mengembangkan solusi berbasis keberlanjutan.
- IoT, dengan perangkat dan sistem yang saling terhubung.
- AR/VR, untuk menciptakan pengalaman digital di berbagai industri.
- E-commerce, melalui marketplace dan platform perdagangan digital.
Skill Apa yang Dibutuhkan Tech Entrepreneur?
Kemampuan teknologi saja tidak cukup untuk membawa sebuah bisnis menuju pertumbuhan. Seorang tech entrepreneur perlu memahami bagaimana teknologi berhubungan dengan pelanggan, pasar, dan tujuan bisnis. Ketika perusahaan semakin besar, kemampuan memimpin tim dan mengambil keputusan strategis juga menjadi semakin penting.
Kompetensi yang perlu dikembangkan mencakup:
- Technology literacy untuk memahami peluang penerapan teknologi.
- Business acumen untuk membaca pasar dan model bisnis.
- Strategic thinking untuk menentukan arah pertumbuhan.
- Customer orientation untuk memastikan solusi sesuai kebutuhan pelanggan.
- Problem solving untuk menghadapi berbagai tantangan bisnis.
- Leadership dan communication untuk membangun serta mengarahkan tim.
- Adaptability dan innovation mindset untuk merespons perubahan.
Bagaimana Cara Mengembangkan Kompetensi sebagai Tech Entrepreneur?
Pengembangan kompetensi tech entrepreneur tidak harus berhenti pada kemampuan teknis. Semakin teknologi menjadi bagian dari strategi bisnis, semakin penting pula kemampuan memahami marketing dan bagaimana teknologi dapat menciptakan nilai bagi pelanggan.
Tech entrepreneur bisa mulai dengan memahami kebutuhan pelanggan, mengikuti perkembangan industri, serta mempelajari strategi marketing di era digital. Pemanfaatan AI, marketing technology, dan teknologi untuk membangun customer experience juga dapat menjadi bagian dari kompetensi yang dikembangkan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:
- Memahami kebutuhan dan permasalahan target pelanggan.
- Mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan industri.
- Mempelajari strategi marketing di era digital.
- Memahami pemanfaatan AI dan marketing technology.
- Mengasah kemampuan leadership dan komunikasi.
- Menggunakan feedback pelanggan untuk mengembangkan produk.
- Mengikuti pelatihan atau sertifikasi yang relevan.
Salah satu program yang dapat dipertimbangkan adalah Certified Technology Marketer Asia (CTM) dari MarkPlus Institute. Program ini mengusung konsep Tech-Empowered Marketing & Tactical Applications, dengan materi yang mencakup Digital Marketing, AI-Powered Marketing, Immersive Marketing, Cognitive Marketing, serta Tactical Marketing Applications in the Digital Economy.
Bagi tech entrepreneur, pembelajaran tersebut dapat membantu memperluas perspektif tentang bagaimana teknologi tak hanya digunakan untuk membuat produk, tapi juga untuk memperkuat marketing dan menciptakan nilai bagi pelanggan. CTM juga merupakan sertifikasi yang diakui dan diterbitkan oleh Asia Marketing Federation.
Jadi, sudah siap memperkuat kemampuan memanfaatkan teknologi untuk marketing dan bisnis? Ikuti program CTM dari MarkPlus Institute sekarang juga dengan menghubungi nomor berikut.
Referensi: https://www.careerexplorer.com/careers/tech-entrepreneur



