Blended Training: Konsep dan Keunggulannya

Konsep Blended Training
Blended training atau pelatihan campuran merupakan pelatihan yang memadukan metode dalam jaringan (online) dan luar jaringan (offline). Dengan adanya kemajuan teknologi yang mendukung kegiatan pembelajaran dan pelatihan seperti web conference dan on-demand videos, blended training menjadi metode pelatihan yang efektif dan mulai dimanfaatkan oleh banyak institusi. Pembelajaran live nya dapat berupa pertemuan tatap muka ataupun tetap dihadiri secara online (melalui live web conference).
Mengapa perlu menggabungkan online dan offline training? Kenapa tidak e-learning saja? Tentu keduanya menawarkan kelebihan dengan kekurangannya masing-masing. Namun, dengan penggabungan kedua metode tersebut, terdapat potensi untuk mengoptimalkan hasil capaian belajar tiap peserta. Selanjutnya, artikel ini akan mengupas beberapa keuntungan dari blended training. Yuk simak bersama-sama!
Keunggulan Blended Training
Blended training mewakili perubahan dalam metode pengajaran, terutama setelah adanya new normal. Potensi para peserta dapat dioptimalkan dengan cara-cara yang sebelumnya tidak bisa dilakukan oleh pelatihan tradisional. Dalam blended training, berbagai media disesuaikan dan kemudian dimanfaatkan untuk menyampaikan topik dan materi. Berikut 5 keunggulan yang ditawarkan oleh blended training:
1. Otonomi dalam Kegiatan Pembelajaran
Dalam model pembelajaran campuran, peserta dapat memanfaatkan materi yang tersedia online kapanpun mereka mempunyai akses internet, yang memungkinkan mereka untuk memilih tempat dan waktu untuk belajar. Selain itu, peserta dapat menyelesaikan asesmen-asesmen online sesuai dengan jadwal mereka, memberi keseimbangan untuk tugas pelatihan dan kegiatan eksternal lainnya. Khususnya bagi para pembelajar dewasa, otonomi dan kendali atas pengalaman belajar mereka merupakan salah satu komponen penting untuk mencapai keberhasilan. Dengan kata lain, blended learning menawarkan fleksibilitas tinggi yang memungkinkan pesertanya untuk mengakses materi kapanpun dan dimanapun sambal menikmati manfaar dari dukungan dan instruksi secara tatap muka.
2. Meningkatkan Engagement
Pembelajaran campuran dapat meningkatkan engagement dengan memberikan peluang digital untuk peserta yang merasa kurang nyaman untuk berbagi pendapat di depan rekannya secara langsung. Untuk meningkatkan engagement peserta, diperlukan variasi dalam penyampaian dan penguatan materi. Melalui media pembelajaran digital, pengajar dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan menarik daripada sebatas membaca teks dari pre-recorded video. Blended training dapat dikatakan ideal karena dapat mencakup elemen interaksi รยขรขโยฌร โmanusiaรยขรขโยฌย, melalui diskusi, video conference, dan forum media sosial internal untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Pemanfaatan berbagai metode pembelajaran ini dapat mengisi kesenjangan pengetahuan dari metode yang kurang optimal untuk topik tertentu.
3. Meningkatkan Pemahaman
Blended training dapat membantu meningkatkan pemahaman peserta dengan lebih mudah. Peserta dapat mempelajari teori dan materinya dari jarak jauh dan kemudian mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari pada kelas tatap muka dengan kehadiran instruktur yang akan membantu. Alih-alih instruktur menghabiskan waktu untuk mengupas seluruh materi pada pertemuan tatap muka, waktu dapat dimanfaatkan untuk memberi ruang bagi peserta untuk mempraktikkan keterampilan, mendemonstrasikan pemahaman, dan mendapatkan pelatihan ataupun feedback secara langsung dari instruktur.
4. Kemudahan dalam Pengumpulan Data
Kemajuan teknologi memberikan kemudahan dalam pengumpulan data administratif, seperti data kehadiran, penilaian, dan engagement. Instruktur dapat menganalisis hal-hal tersebut untuk membantu mereka memaksimalkan tingkat keberhasilan peserta. Misalnya, menjangkau peserta yang mungkin memerlukan bantuan tambahan dengan memantau keterlibatan peserta terhadap pelatihan, memastikan mereka tetap engage dengan materi yang diberikan dan mengikuti tujuan pembelajaran. Pengunaan teknologi dalam pembelajaran campuran memungkinkan instruktur untuk melakukan otomatisasi untuk menyelesaikan beberapa tugas administratif. Sehingga, instruktur mempunyai lebih banyak waktu untuk membantu peserta memahami materi dan mengembangkan keterampilannya.
5. Cocok untuk Kelompok Besar
Blended learning memungkinkan institusi untuk menjangkau audiens yang lebih besar dengan waktu yang relative lebih singkat karena metode ini tidak mengharuskan adanya kehadiran tatap muka. Kemudian, pembelajaran campuran ini tidak seperti ruang kelas tradisional yang memiliki batasan kapasitas ruangan. Metode ini juga ideal bagi mereka yang mempunyai keterbatasan waktu, karena metode blended learning memberikan opsi untuk belajar dari jarak jauh.
Lima poin diatas merupakan beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh blended training atau pembelajaran campuran. Setelah mengetahui keunggulan-keunggulannya, apakah Anda tertarik untuk menerapkan blended training pada perusahaan Anda?