7 Alasan Pentingnya Circular Economy bagi Bisnis Berkelanjutan

Circular Economy

Perubahan iklim yang terjadi mengakibatkan terbatasnya ketersediaan sumber daya, sementara kebutuhan manusia terus meningkat. Dalam menjawab permasalahan ini, model circular economy (ekonomi sirkular) hadir sebagai salah satu solusi yang efisien dalam memperlambat perubahan iklim.

Sejumlah industri, seperti fesyen, elektronik dan konstruksi mulai menerapkan model ini, dengan melakukan beberapa upaya, yaitu menjaga sumber daya yang ada agar dapat dipakai selama mungkin, menggali nilai maksimum dari penggunaan barang dan memulihkan serta meregenerasi produk dan bahan.

Konsep ini akan terus berkembang dan tersebar di berbagai industri bisnis karena semakin banyak masyarakat yang peduli dengan keberlanjutan (sustainability). Selain itu, konsep ini juga dapat dijadikan sebagai bentuk dukungan dan upaya mewujudkan tujuan dari SDGs.

Lantas, apa sebenarnya model circular economy itu? Apa keuntungannya? Dan bagaimana cara mengimplementasikannya? Simak penjelasannya pada artikel ini, ya!

Apa itu Circular Economy (Ekonomi Sirkular)?

Circular economy atau ekonomi sirkular merupakan sebuah alternatif atau solusi untuk menggantikan ekonomi linier tradisional (buat, gunakan, buang). Tujuannya adalah menciptakan sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan, mengurangi tekanan terhadap lingkungan alam dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Prinsip yang dianut oleh model circular economy adalah 5R (Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, dan Recovery). Konsep ini tidak hanya mendesain model industri menggunakan prinsip zero waste, melainkan juga mementingkan faktor sosial dan penyediaan sumber daya serta energi yang berkelanjutan.

Di Indonesia sendiri, konsep circular economy telah diadopsi ke dalam Visi Indonesia 2045. Terdapat lima sektor prioritas dalam implementasinya, yaitu makanan dan minuman, konstruksi, tekstil, ritel, serta elektronik. 

Manfaat Circular Economy

Model circular economy memberikan berbagai manfaat bagi seluruh lapisan, baik masyarakat, lingkungan maupun perekonomian secara keseluruhan.

1. Mengurangi Limbah dan Pencemaran

Circular economy dapat mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dan membatasi pencemaran lingkungan karena praktik daur ulang dan penggunaan kembali bahan-bahan yang ada.

2. Konservasi Sumber Daya Alam

Meminimalkan penggunaan bahan baku alam dan memperpanjang masa pakai sumber daya yang ada melalui praktik daur ulang dan penggunaan kembali.

3. Efisiensi Energi dan Reduksi Emisi

Meminimalkan konsumsi energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca karena produksi dan pengolahan bahan baku baru.

4. Meningkatkan Efisiensi Operasional

Circular economy dapat meningkatkan efisiensi dalam proses produksi, distribusi, dan penggunaan sumber daya, mengurangi biaya operasional dan meningkatkan profitabilitas.

5. Mendorong Inovasi dan Kreativitas

Mendorong inovasi dalam desain produk, teknologi, dan proses produksi untuk menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan.

6. Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Memperbaiki kualitas udara, air, dan lingkungan secara keseluruhan, serta mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan pencemaran dan limbah.

7. Meningkatkan Daya Tahan Terhadap Krisis Lingkungan

Meningkatkan kemampuan masyarakat dan perekonomian untuk mengatasi tantangan dan krisis lingkungan, seperti perubahan iklim dan kerusakan ekosistem.

Cara Menerapkan Circular Economy dalam Bisnis

Menerapkan model circular economy dalam bisnis memerlukan komitmen dan tindakan konkret dari seluruh tim untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya dan mengurangi limbah. Berikut ini adalah beberapa contoh tindakan yang dapat diambil untuk menerapkan circular economy dalam bisnis:

1. Meningkatkan Edukasi dan Kesadaran

Edukasi dan kesadaran adalah kunci utama dalam menerapkan circular economy pada bisnis. Dengan memberikan pelatihan pada seluruh anggota perusahaan, membagikan studi kasus, dan membentuk tim khusus, bisnis dapat membangun budaya yang komitmen terhadap praktik berkelanjutan. 

2. Audit Siklus Produk

Tinjau siklus hidup produk dari awal hingga akhir, mulai dari produksi, penggunaan hingga akhir kehidupan produk. Perusahaan dapat mengidentifikasi potensi untuk memaksimalkan pemanfaatan dan meminimalkan limbah.

3. Desain Produk Berkelanjutan

Perusahaan dapat mencoba untuk merancang produk yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti keberlanjutan, daur ulang, dan penggunaan kembali komponen.

4. Praktik Pengemasan yang Ramah Lingkungan

Praktik ini dapat meliputi penggunaan bahan kemasan ramah lingkungan, minimalisasi penggunaan kemasan, desain ulang kemasan, dan penggunaan bahan lokal. Selain itu, perusahaan juga dapat mempromosikan penggunaan ulang kemasan, memberikan informasi kepada pelanggan tentang daur ulang dan bekerja sama dengan pemasok kemasan. 

5. Lakukan Kolaborasi dan Kemitraan

Jalin kemitraan dengan perusahaan, organisasi, lembaga pemerintah, dan inisiatif lainnya yang mendukung prinsip circular economy. Dengan bekerja sama, bisnis dapat menciptakan dampak yang lebih besar dalam mempromosikan praktik berkelanjutan dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat melihat pentingnya circular economy dalam membangun sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan dan membantu melestarikan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Anda bisa mempelajari model circular economy lebih mendalam bersama program kekhususan eksekutif kolaborasi antara Unika Atma Jaya, universitas yang mengusung kajian sustainability komprehensif di Indonesia, dengan MarkPlus Institute, konsultan pemasaran pertama dan ternama di Indonesia, yaitu Program Master in Management Sustainability Marketing.

Program ini bertujuan untuk membentuk talenta organisasi yang mampu membangun strategi bisnis, memahami manajemen bisnis berkelanjutan dan menguasai strategi marketing yang aplikatif dan bisa membangun market competitiveness. Tunggu apalagi? Jadilah bagian dari Sustainability Marketing sekarang juga!


Simak informasi lebih lanjutnya pada tautan ini.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *