Bagi bisnis saat ini, brand management menjadi hal krusial dan penting untuk meraih kesuksesan di era digital yang terus berkembang pesat. Perusahaan perlu menerapkan strategi yang efektif dalam rangka memperkuat citra merek dan mencapai keunggulan kompetitif.

Salah satu teori yang dapat memberikan inspirasi dalam mengembangkan strategi brand management adalah teori Game of Marketing, yang dikemukakan oleh Hermawan Kartajaya, seorang pakar pemasaran terkemuka di Indonesia. 

Di artikel ini, MarkPlus Institute akan membahas penjelasan strategi brand management secara lengkap untuk membantu Anda dalam memperkuat daya saing di industri saat ini. Yuk, simak sekarang!

Branding 4.0, Strategi Brand Management Terbaru

Strategi Brand Management
Strategi Brand Management

Saat ini kita telah memasuki era Branding 4.0. Di era ini, brand harus bisa menghadapi perubahan zaman yang signifikan, seperti adanya integrasi online dan offline, style dan substance, machine-to-machine dan human-to-human. Maka itu, dibutuhkanlah strategi brand management.

Brand bisa menemukan keseimbangan yang tepat dengan hadir secara kuat di lingkungan digital dan tetap fokus pada offline presence atau pengalaman di dunia nyata. Salah satu caranya, yaitu dengan memadukan gaya dan substansi dalam komunikasi, serta membangun hubungan yang berarti antara manusia dengan manusia.

Sebelum memasuki Branding 4.0, kita pertama kali masuk di tahap Branding 1.0, di mana branding hanya terbatas pada elemen produk. Namun, pada tahap Branding 2.0, brand menjadi lebih terikat dengan konsumen dan menjadi bagian dari pengalaman mereka. 

Baca juga  5 Contoh Brand Management yang Sukses dan Inspiratif

Kemudian, pada tahap Branding 3.0 yang ditandai dengan kehadiran internet yang booming, brand harus memiliki sifat manusiawi atau dilengkapi denga human touch. Hermawan Kartajaya menyatakan bahwa jika brand tidak dapat terlihat seperti manusia, maka tidak akan diminati. 

Maka dari itu, brand perlu menjadi sahabat dan berperilaku layaknya manusia, bukan sekadar mesin. Brand juga harus membangun ikatan emosional yang kuat dengan konsumennya, sehingga bisa memupuk hubungan jangka panjang yang menguntungkan.

Game of Marketing, Konsep Baru dalam Branding 4.0

Strategi Brand Management
Strategi Brand Management

Dalam era Branding 4.0, di mana ada integrasi antara online-offline hingga human & machine, terdapat konsep Game of Marketing yang diusung oleh Hermawan Kartajaya agar bisnis bisa sustainable ke depannya.

Berikut adalah penjelasan singkat tentang maksud dari setiap Game of Marketing yang dijelaskan oleh Hermawan Kartajaya, di antaranya:

1. Game of Change

Dalam tahap ini, perusahaan perlu peka terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis dan pasar. Perusahaan harus mampu beradaptasi dengan cepat dan merespons perubahan tersebut untuk tetap relevan dan kompetitif.

2. Game of Competitor 

Kedua, Game of Competitor. Di tahap ini, perusahaan melibatkan strategi persaingan untuk bersaing dengan kompetitor. Perusahaan harus memahami kekuatan dan kelemahan kompetitor, serta mengembangkan strategi yang membedakan mereka dari pesaing untuk memenangkan persaingan pasar.

3. Game of Customer 

Ketiga, Game of Customer yang menekankan pentingnya memahami konsumen secara mendalam. Perusahaan harus mengidentifikasi kebutuhan, keinginan, dan perilaku konsumen target mereka untuk dapat menyampaikan value yang relevan dan membangun hubungan yang kuat dengan konsumen.

4. Game of Company 

Tahap ini merujuk pada pengembangan kekuatan dan keunggulan perusahaan itu sendiri. Perusahaan harus memiliki strategi yang jelas, membangun budaya perusahaan yang kuat, serta memanfaatkan keahlian inti dan sumber daya yang dimiliki untuk menciptakan nilai yang unik bagi konsumen.

Baca juga  Strategi Social Media Marketing

5. Game of Positioning 

Selanjutnya, Game of Positioning. Tahap ini melibatkan penentuan posisi yang diinginkan perusahaan di benak konsumen. Perusahaan perlu mengidentifikasi segmen pasar yang tepat, memahami kebutuhan mereka, dan membangun citra & pesan yang konsisten untuk mencapai posisi yang diinginkan dalam benak konsumen.

6. Game of Differentiation 

Tahap ini mengacu pada upaya perusahaan untuk membedakan diri mereka dari pesaing. Perusahaan harus menciptakan nilai tambah yang unik, baik melalui produk, layanan, atau pengalaman pelanggan, sehingga dapat menarik perhatian konsumen dan membedakan diri dari pesaing. Dengan begitu, konsumen akan tertarik dengan produk yang ditawarkan.

7. Game of Branding 

Terakhir adalah Game of Branding, di mana tahap ini menekankan pentingnya membangun dan mengelola merek dengan baik. Perusahaan perlu merancang strategi brand management yang kuat, termasuk pemilihan nama brand, pengembangan identitas brand, komunikasi brand, dan pengelolaan reputasi brand. Brand yang kuat dapat menciptakan daya tarik emosional bagi konsumen dan memengaruhi keputusan pembelian.

Kesimpulan

Pada intinya, untuk menciptakan brand yang kuat dan memenangkan persaingan di pasar yang kompetitif, dibutuhkan strategi brand management yang efektif. Seperti konsep “Games of Marketing” yang dijelaskan oleh Hermawan Kartajaya menyajikan berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam strategi branding. 

Jika Anda ingin memperluas pengetahuan tentang bisnis dan pemasaran guna meningkatkan efektivitas bisnis Anda, yuk kunjungi Blog MarkPlus Institute! Di sana, Anda akan menemukan beragam informasi berkualitas yang dapat membantu Anda dalam mengembangkan wawasan dan strategi bisnis yang lebih baik.

Avatar for Fachri Rizki
SEO Content Writer at MarkPlus Institute

Leave a Comment