Istilah agile dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berpikir cepat dan cerdas dalam melakukan suatu pergerakan atau tindakan. Dalam dunia pemasaran, agile marketing berarti menggunakan data dan analitik untuk mencari kesempatan baru. Selain itu, istilah ini digunakan untuk mencari solusi secara real-time dari permasalahan yang ada.

Penerapan agile dalam marketing dapat membantu brand atau perusahaan untuk melakukan serangkaian tes, evaluasi hasil dan melakukan iterasi terhadap solusi yang ada secara cepat, sehingga tidak mustahil apabila perusahaan yang menerapkan agile dapat menghasilkan ratusan campaign dan ide baru setiap pekannya.

Artikel ini akan membahas lebih mendalam tentang agile marketing, mulai dari definisi, ciri utama, manfaat, hingga 6 langkah penerapan agile marketing yang tepat. Simak penjelasannya hingga selesai, ya!

Apa itu Agile Marketing?

Agile marketing merupakan pendekatan pemasaran taktis di mana tim pemasaran mengidentifikasi dan memfokuskan usaha kolektifnya pada berbagai proyek yang memiliki nilai tinggi, menyelesaikannya secara kolaboratif, mengukur dampaknya, kemudian secara berkelanjutan dan bertahap meningkatkan hasilnya seiring berjalannya waktu.

Agile marketing juga disebut sebagai metodologi yang cepat dan terkoordinasi dengan baik untuk mengelola dan memperbaiki cara yang digunakan sebuah tim pemasaran untuk menyelesaikan pekerjaannya. Penerapan istilah ini memerlukan sebuah visi strategis dan rencana pemasaran jangka pendek, menengah maupun panjang.

3 Ciri Utama Agile Marketing

Agile marketing memiliki 3 ciri utama yang dapat dijadikan sebagai acuan, antara lain:

1. Customer Driven

Perusahaan yang menerapkan agile marketing akan membuat campaign yang didasarkan pada data yang ada dan telah teruji pada customer.

2. Flexible and Creative

Perusahaan akan selalu menerima perubahan karena agile marketing meletakkan fokusnya pada suara konsumen. Oleh karena itu, rencana yang dibuat perlu menyesuaikan kondisi yang terjadi saat itu. Dalam melakukan hal ini, dibutuhkan proses kreatif agar ide baru dapat terus dihasilkan.

Baca juga  7 Strategi Investasi Berkelanjutan ESG

3. Iterative and Accountable

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa perubahan akan selalu datang pada perusahaan yang menerapkan agile marketing, maka pengukuran perlu dilakukan secara berkala. Selain itu, setiap anggota tim dalam agile marketing memiliki kepentingannya masing-masing untuk keberhasilan program, sehingga tim tersebut memiliki kapabilitas untuk memberikan hasil yang luar biasa.

Manfaat Agile Marketing

Manfaat Agile Marketing
Manfaat Agile Marketing

Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang akan didapatkan perusahaan ketika menerapkan agile marketing, antara lain:

1. Kecepatan dan Produktivitas

Tim yang agile cenderung lebih kecil namun memiliki anggota lintas fungsi yang mampu menyelesaikan proyek secara mandiri dan minim delegasi. Hal ini memungkinkan mereka untuk memproses pekerjaan dengan cepat.

Kecepatan dan produktivitas juga terlihat dari peningkatan frekuensi serta kemampuan tim untuk menerapkan feedback dari pelanggan secara cepat. Struktur tim yang gesit memberikan peningkatan produktivitas yang signifikan, tanpa membutuhkan lebih banyak sumber daya dalam tim.

2. Transparansi dan Kolaborasi

Agile marketing dapat menciptakan transparansi ke dalam proses tim melalui alur kerja yang rapi dan tujuan yang jelas. Transparansi membuat tim lebih bertanggung jawab serta membantu mereka mengembangkan pemahaman bersama tentang proyek yang sedang berjalan.

Transparansi dalam agile juga diterapkan dalam hubungan dengan pelanggan. Hal ini dikarenakan tim yang agile cenderung memanfaatkan feedback pelanggan untuk memastikan bahwa mereka melakukan pekerjaan dengan benar pada waktu yang tepat.

3. Fleksibilitas

Agile Marketing menekankan fleksibilitas, adaptabilitas, dan kolaborasi tim dalam menghadapi perubahan cepat di lingkungan pemasaran. Hal ini dicapai melalui praktik-praktik seperti iterasi pendek, transparansi, komunikasi terbuka, dan pengambilan keputusan berbasis data. 

Agile memungkinkan tim untuk menyesuaikan strategi, menangani proyek yang kompleks, dan merespons perubahan pasar dengan cepat. Selain itu, tim pemasaran dapat meningkatkan efektivitas dan responsivitas mereka, memberikan hasil dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik.

Baca juga  7 Cara Membangun CRM demi Kesuksesan Bisnis

4. Keberhasilan Berdasarkan Data

Agile Marketing bermanfaat untuk keberhasilan berdasarkan data karena pendekatan ini memungkinkan tim pemasaran untuk mengambil keputusan berbasis data, menyesuaikan strategi dengan cepat dan mengoptimalkan kinerja kampanye berdasarkan analisis kinerja yang terus-menerus. 

Dengan fokus pada pengukuran dan evaluasi rutin, agile marketing memastikan bahwa setiap langkah yang diambil didasarkan pada bukti kuat untuk memaksimalkan potensi keberhasilan dalam pemasaran.

5. Meningkatkan Daya Saing

Penekanan kecepatan yang lebih tinggi dan feedback yang berkelanjutan memungkinkan tim untuk menyesuaikan dan mengadaptasi marketing campaign saat diinginkan, daripada melakukan campaign yang lama dan tidak fleksibel.

Hal ini menempatkan prioritas yang lebih besar pada kebutuhan pelanggan dan memungkinkan tim untuk mengukur dampak dari upaya mereka, sebelum campaign menjadi tidak menarik di mata pelanggan.

Data marketing yang dikumpulkan dapat dijadikan sebagai jaminan bahwa feedback akan diterapkan pada proyek selanjutnya, sehingga campaign yang dibuat tetap kompetitif dan terus meningkatkan keuntungan atas investasi marketing.

Dengan kata lain, kemampuan untuk mengambil tindakan yang responsif dan menguji inovasi, memungkinkan perusahaan untuk tetap relevan dan kompetitif dalam lingkungan bisnis yang cepat berubah.

6 Langkah Menerapkan Agile Marketing

Setidaknya terdapat enam kerangka kerja dalam pelaksanaan agile marketing, antara lain:

1. Real-Time Analytics

Pertama, perusahaan wajib mengetahui apa output yang ingin dicapai. Caranya dengan melakukan identifikasi pada peluang dan melakukan validasi dari dampak yang diberikan.

2. Decentralized Teams

Kedua, perusahaan perlu membagi tim dalam skala kecil dengan fokus pekerjaan yang lebih detail. Fokus ini dipersempit dengan memberikan tugas yang spesifik sekaligus timeline waktu yang diinginkan.

3. Flexible Product Platform

Ketiga, perusahaan bisa melakukan modifikasi produk alih-alih menghasilkan produk baru, sebab agile tidak mengharuskan hal tersebut dilakukan. Tujuannya untuk mengurangi biaya produksi. Misalnya, industri otomotif kerap melakukan modifikasi produk yang berawalkan produk lamanya.

4. Concurrent Process

Keempat, memastikan bahwa semua tim berjalan salingan beriringan. Maksudnya, ketika inisiatif dimulai, maka semua tim mulai bekerja secara paralel.

Baca juga  Apa itu Sustainable Tourism: Definisi, Tujuan & Contohnya

5. Rapid Experimentation

Kelima, perusahaan diharuskan untuk melakukan eksperimen secara cepat. Ketika ingin meluncurkan sebuah produk, maka produk tersebut tidak harus tampil secara sempurna karena nantinya akan terlalu memakan waktu, apabila menginginkan kesempurnaan tersebut terjadi.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa tidak sempurna bukan berarti tidak diperbaiki. Seiring berjalannya waktu, perusahaan harus melakukan improvisasi sesuai dengan feedback dari pengguna ataupun konsumen.

6. Open Innovation

Open Innovation mengacu pada praktik memanfaatkan ide, saran, dan kontribusi dari pihak eksternal, termasuk pelanggan, mitra, atau masyarakat umum, untuk meningkatkan proses pemasaran dan inovasi. 

Dalam konteks Agile, pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk mengakses beragam perspektif dan pengetahuan tambahan untuk mempercepat pengembangan ide, meningkatkan kualitas produk atau layanan dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Hal ini juga memungkinkan perusahaan untuk tetap responsif terhadap perubahan pasar dan mempertahankan daya saing.

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa agile marketing memiliki fungsi untuk meningkatkan efisiensi kerja tim pemasaran sebab teknik ini mampu membantu perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan pasar, meminimalkan risiko proyek yang besar dan memungkinkan inovasi dan eksperimen.

Akan tetapi, untuk mengadopsi metodologi ini dengan sukses, diperlukan komitmen untuk berkolaborasi, komunikasi terbuka dan adaptasi secara terus-menerus Anda bisa mempelajari lebih lanjut mengenai agile marketing bersama program Entrepreneurial Marketing “ MBA (ENMARK “ MBA). 

Program ini dirancang khusus untuk para pemimpin bisnis generasi selanjutnya untuk belajar tentang pemasaran, manajemen, strategi bisnis, dan pola pikir kewirausahaan dalam pelaksanaan bisnis, termasuk bagaimana seorang pemimpin membentuk tim yang inovatif.

Program ini nantinya akan mengadakan berbagai kelas yang langsung diajarkan oleh akademisi terbaik dari marketing thinker SBM ITB dan pengajar profesional dari MarkPlus Institute. Output dari program ini diharapkan dapat mencetak para wirausaha yang akan membantu membangun ekosistem kewirausahaan di tingkat nasional maupun internasional.

Tunggu apalagi? Simak informasi selanjutnya di sini.

Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment