Bagi perusahaan yang ingin terus tumbuh dan berkembang, memiliki strategi pemasaran yang efektif menjadi kunci kesuksesan untuk mencapai tujuan bisnis di tengan persaingan yang ketat ini.

Namun, seringkali perusahaan dihadapi dengan taktik pemasaran yang tak terstruktur. Maka dari itu, penting bagi mereka untuk mengadopsi langkah pemasaran strategis yang mampu membantu merencanakan dan mengimplementasikan aktivitas pemasaran.

Dalam artikel ini, MarkPlus Institute akan menjelajahi langkah-langkah pemasaran strategis yang penting untuk mengembangkan rencana pemasaran yang sukses dan memperkuat posisi bisnis Anda di pasar. 

Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang langkah-langkah ini, Anda akan dapat merancang strategi yang lebih terarah, memahami konsumen Anda dengan lebih baik, dan mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Yuk, simak di sini!

Apa Saja Langkah Pemasaran Strategis?

Setiap perusahaan membutuhkan proses pemasaran strategis yang tepat untuk mendukung kegiatan bisnisnya dengan cara-cara efketif dan efisien. Proses pemasaran strategis meliputi serangkaian langkah guna membantu mengenali dan mencapai tujuan bisnis perusahaan.

Melalui proses pemasaran strategis, perusahaan dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam terkait elemen internal dan eksternalnya. Berikut beberapa langkah pemasaran strategis untuk mencapai keberhasilan bisnis, di antaranya:

1. Definisikan Visi dan Misi Perusahaan

Tahap pertama dalam langkah pemasaran strategis adalah mengidentifikasi dan memahami misi perusahaan. Pernyataan misi ini biasanya menjelaskan tujuan perusahaan berbisnis dan bagaimana dampaknya ke konsumen.

Perusahaan harus bisa mendefinisikan visi dan misinya dengan jelas. Jika tidak, hal ini akan berdampak pada sulitnya merencanakan dan mengimplementasikan proses pemasaran strategis ke depannya.

Baca juga  7 Cara Membangun CRM demi Kesuksesan Bisnis

Contohnya, IKEA yang memiliki visi untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Dengan visi tersebut, IKEA menawarkan berbagai produk furnitur rumah yang didesain dengan baik dan fungsional dengan harga yang begitu terjangkau sehingga banyak orang dapat membelinya.

2. Analisis Situasi Terkini

Kedua, langkah pemasaran strategis adalah mengevaluasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi bisnis dan pasar sebuah perusahaan. Untuk melakukannya, perusahaan bisa menggunakan model 4C-Diamond yang terdiri dari perubahan (Change), konsumen (Customer), pesaing (Competitor), dan perusahaan itu sendiri (Company). 

Setelah mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang lingkungan internal dan eksternal melalui model 4C-Diamond, perusahaan juga bisa melakukan analisis TOWS (Threats, Opportunities, Weaknesses, Strengths).

  • Threats

Apa hambatan-hambatan yang ada? Faktor eksternal (politik, teknologi, ekonomi) apa yang dapat menyebabkan masalah?

  • Opportunities

Apakah ada pasar yang belum dimanfaatkan? Di mana potensi bisnis baru? Bisakah perusahaan memanfaatkan tren pasar tertentu?

  • Weaknesses 

Di bagian mana perusahaan kurang berhasil? Apa yang membatasi kemampuan perusahaan untuk sukses? Di sumber daya mana yang membatasi kesuksesan perusahaan?

  • Strengths

Apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan? Faktor-faktor apa saja yang dapat dikendalikan? Apa keunggulan kompetitif perusahaan? Bagaimana produk dan layanan perusahaan lebih unggul dibandingkan dengan pesaing di pasar?

3. Perencanaan/Strategi Pemasaran

Setelah mengidentifikasi berbagai faktor melalui analisis situasi, perusahaan bisa memprioritaskan dan merencanakan peluang mana yang ingin dikejar terlebih dahulu. Sebab, menyusun rencana pemasaran akan memperjelas siapa target konsumen dan bagaimana perusahaan akan mencapai mereka.

  • Tentukan Target Audiens

Perusahaan bisa menentukan target audiens dengan mengidentifikasinya melalui berbagai pertimbangan, mulai dari dari karakteristik, perilaku, dan demografi. Yang penting adalah memastikan bahwa audiens tersebut terdefinisi dengan jelas dan cukup besar untuk mendukung produk atau layanan. 

  • Tetapkan Tujuan yang Dapat Diukur 
Baca juga  Participative Leadership: Pengertian, Prinsip, dan Contoh Penerapannya

Selanjutnya, tetapkan tujuan yang dapat diukur. Perusahaan perlu membutuhkan tujuan yang spesifik dan dapat diukur dengan pencapaian-pencapaian yang telah didapatkan selama perjalanannya.

Di dalam tujuan tersebut, perusahaan harus bisa menjelaskan seberapa besar pertumbuhan yang diinginkan dan berapa lama waktu untuk mencapainya. Sebab, setiap tujuan harus dapat dijalankan dan dapat dicapai melalui taktik-taktik yang bisa dikendalikan. 

  • Identifikasi dan Tetapkan Anggaran Pemasaran 

Terakhir, perusahaan harus identifikasi dan menetapkan cost yang akan dibutuhkan untuk menjalankan strategi yang telah dibuatnya. Mulai dari anggaran rencana pemasaran, seperti iklan, konten online, branding, hubungan masyarakat, hingga biaya tenaga kerja dan lainnya. 

4. Marketing Mix atau Taktik Pemasaran 4P

Langkah pemasaran strategis berikutnya adalah menerapkan taktik pemasaran 4P atau marketing mix. Di tahap ini, perusahaan merencanakan pengembangan produk melalui 4P (Product, Price, Promotion, Place). 

  • Product

Produk adalah barang atau layanan yang ditawarkan ke konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka masing-masing, misalnya dapat membantu memecahkan masalah. Pastikan perusahaan memiliki pemahaman yang jelas terkait produk yang ditawarkannya ke konsumen.

  • Price

Harga adalah jumlah uang yang target audiens bersedia bayarkan untuk produk tersebut. Faktor harga meliputi diskon, periode pembayaran, dan harga jual, serta biaya produksi produk bagi perusahaan. 

  • Promotion

Promosi adalah cara perusahaan mengkomunikasikan produknya ke target audiens. Dalam promosi, perusahaan bisa mengedukasi konsumen bahwa produknya memberikan nilai dan berguna untuk memecahkan masalah mereka. 

Ada banyak cara untuk mengedukasi mereka melalui saluran pemasaran, termasuk pemasaran langsung, social media dan paid ads, iklan, hubungan masyarakat, dan promosi penjualan yang menciptakan brand awareness.

  • Place 

Perusahaan juga perlu mempertimbangkan tempat sebagai distribusi produk. Dengan begitu, target audiens bisa mendapatkan produk dengan mudah. Adapun contoh place yang bisa dipertimbangkan adalah toko online, retail, outlet, dan lainnya.

Baca juga  8 Teknik Six Sigma, Solusi Kreatif & Inovatif Peningkatan Kualitas Bisnis

5. Implementasi dan Pengendalian

Langkah pemasaran strategis terakhir adalah implementasi dan pengendalian. Dalam tahap ini, perusahaan akan menerapkan semua rencana yang telah dirumuskan tadi. Perlu diingat bahwa langkah pemasaran strategis adalah proses yang dinamis. Maka dari itu, perusahaan harus mengukur dan mengevaluasi secara teratur, sehingga bisa melihat progress-nya.

Dalam hal mengukur dan mengevaluasi, perusahaan bisa melihat dari berbagai aspek. Mulai dari pendapatan, penjualan, kepuasan konsumen, jumlah kunjungan situs web, atau metrik lainnya. Jika angka-angka tersebut tidak mencapai goals, perusahaan dapat melakukan perubahan atau restrukturisasi untuk mencapai tujuan itu semua.

Kesimpulan

Bisa ditarik kesimpulan bahwa perusahaan dapat meningkatkan efektivitas dalam mengidentifikasi dan mencapai tujuan bisnisnya dengan mengikuti langkah pemasaran strategis. 

Dalam langkah pemasaran strategis ini, perusahaan mengadopsi berbagai pemahaman mendalam terkait pasar, tren yang sedang berkembang, target konsumen, hingga kompetitor yang ada.

Dengan begitu, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas dalam mengembangkan produk dan meluncurkan kampanye pemasaran yang tepat, yang pada akhirnya akan membantu bisnis mencapai tujuannya dengan lebih efektif.

Bagi Anda yang ingin menambah insight baru terkait dunia bisnis dan pemasaran, langsung saja kunjungi Blog MarkPlus Institute untuk selengkapnya!

Avatar for Fachri Rizki
SEO Content Writer at MarkPlus Institute

Leave a Comment