Strategi Penetapan Harga dalam Berbisnis

By

Talitha Fakhira

| Published

Penetapan Harga

Mengapa penetapan harga jual penting dalam sebuah usaha?

Sebuah bisnis membutuhkan beberapa strategi untuk berkembang dan mencapai tujuan bisnisnya. Salah satunya melalui strategi penetapan harga. Strategi harga dapat mendorong atau bahkan menghancurkan margin operasi bisnis. Maka dari itu, penetapan harga suatu produk harus dipertimbangkan berdasarkan beberapa hal. Tujuan penetapan harga ialah untuk menentukan nilai produkmu yang layak untuk para pelanggan. Harga yang ditawarkan dapat membantu pelanggan untuk mengetahui apakah harga tersebut sepadan dengan waktu dan investasi mereka. Menetapkan harga dapat menjadi sesuatu yang tricky. Beberapa pelanggan mungkin menilai harga produk yang rendah sebagai komoditas yang mempunyai kualitas buruk. Sebaliknya, harga tinggi mungkin dipersepsikan dengan kualitas yang baik, tapi hal ini juga dapat mengusir pelanggan karena dirasa kurang terjangkau.

Selain itu, harga juga bisa menjadi poin untuk menarik pelanggan. Harga menciptakan kesan pertama dan dapat mempengaruhi pelanggan untuk membeli produk atau jasamu. Harga yang ideal dapat meyakinkan calon konsumen untuk memilih produkmu daripada pesaingmu. Namun utamanya, harga adalah poin utama dalam menentukan profitabilitas. Penetapan harga dalam pemasaran adalah kunci dalam menentukan pendapatan penjualan dan profitabilitas. Karena hal ini mendorong penjualan dan membangun loyalitas pelanggan.

Bagaimana menetapkan harga jual?

Secara umum, ada empat teknik yang dapat kamu terapkan untuk menetapkan harga jual bagi produk atau jasa bisnismu. Keempat teknik menetapkan harga jual itu yakni harga berdasarkan pasar (market-based pricing), harga berdasarkan biaya (cost-based pricing), harga berdasarkan persaingan (competition-based pricing), dan harga berdasarkan nilai yang dipersepsikan pelanggan (value-based pricing).

Baca juga  Strategi Pemasaran dengan Word of Mouth

Market-based pricing

Dengan metode market-based pricing, penetapan harga jual tergantung pada pertemuan antara besarnya permintaan dan penawaran produk di pasar. Harga terbentuk melalui keseimbangan yang terjadi antara permintaan dan penawaran tersebut. Harga dapat naik jika jumlah permintaan naik atau jumlah penawaran berkurang. Begitupun sebaliknya, harga dapat turun jika jumlah permintaan turun atau jumlah penawaran bertambah. Pada metode ini, produsen bersifat pasif dalam penentuan harga atau price taker.

Cost-based pricing

Menetapkan harga jual dengan metode ini dapat dilakukan melalui beberapa tahapan yakni, mendesain produk, menentukan biaya, kemudian menentukan harga. Harga ditetapkan berdasarkan biaya yang dibutuhkan dalam meproduksi barang atau jasa tersebut. Perhitungannya meliputi biaya variabel, biaya tetap, dan jumlah produksi. Maka dari itu, biaya per unit akan dihitung dengan cara membagi biaya tetap dengan jumlah produksi yang kemudian ditambahkan dengan biaya variabel. Setelah itu, penentuan harga bergantung kepada presentase margin yang ingin didapatkan.

Competition-based pricing

Ketika kamu menetapkan harga dengan metode ini, kamu harus tahu seberapa kuat pesaingmu dan apa strategi penetapan harga yang mereka terapkan? Jika perusahaan berhadapan dengan pesaing-pesaing yang lebih kecil, harga bisa ditetapkan lebih rendah untuk mengalahkan atau bahkan menyingkirkan pesaing dari persaingan. Namun, jika bisnismu dihadapkan dengan pesaing yang lebih kuat dan menetapkan taktik harga lebih rendah, kamu bisa mencoba untuk membidik segmen yang lebih spesifik (niche market). Berikan nilai tambah atau added-value sehingga kamu bisa menawarkan produk atau jasamu dengan harga yang lebih mahal.

Value-based pricing

Untuk menetapkan harga berdasarkan nilai yang dipersepsikan oleh pelanggan harus melewati beberapa proses. Pertama-tama kamu harus mengukur kebutuhan dan persepsi pelanggan tentang nilai dari produk atau jasamu. Kemudian, coba tentukan target jarga yang sesuai dengan persepsi pelangganmu terhadap produk atau jasa yang kamu tawarkan. Tidak lupa, kamu harus tetap menentukan biaya-biaya yang diperlukan. Setelah itu, kamu bisa mulai mendesain produk untuk menyampaikan nilai sesuai target harga. Produk-produk untuk segmen premium biasanya menggunakan teknik ini dalam menetapkan harga jual. Adanya manfaat emosional (emotional benefit) yang tinggi membuat mereka dapat menetapkan harga yang tinggi pula. Hal itu dapat dilakukan karena pelanggan rela mengeluarkan ‘usaha’ lebih untuk mendapatkan produk atau jasa premium.

Baca juga  Strategi Social Media Marketing

Nah, sekarang kamu sudah lebih paham dengan strategi penetapan harga kan? Untuk mendapatkan insights menarik lainnya, kamu bisa follow Instagram Markplus Institute di @markplusinstitute. Jangan sampai ketinggalan ya!

Avatar for Talitha Fakhira
Research and Development team

Leave a Comment