Perubahan yang tiada henti memaksa para pemimpin atau pengusaha memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan atau situasi saat ini, serta berbagai kemungkinan di masa depan. Agile leadership menjadi kunci transformasi bagi mereka di tengah berbagai perubahan tersebut.

Tidak hanya hanya mendorong dan mempromosikan perubahan namun gaya kepemimpinan ini juga menerapkan atau melakukan perubahan. Maksudnya, pemimpin yang agile akan menavigasi perusahaan agar lebih adaptif, produktif dan unggul dalam segala situasi. Lantas, bagaimana menjadi pemimpin yang “sat-set” melalui gaya kepemimpinan yang satu ini? Simak informasinya di bawah hingga selesai!

Apa itu Agile Leadership?

Agile leadership merupakan pendekatan kepemimpinan yang dinamis, berbeda dengan model manajemen tradisional, yang mencirikan dirinya sebagai suatu gaya yang responsif dan fleksibel.

Kepemimpinan yang responsif menggabungkan elemen-elemen dari metodologi agile dalam pengembangan perangkat lunak dengan prinsip-prinsip manajemen modern yang menekankan kreativitas, kolaborasi dan tanggung jawab bersama.

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada tugas-tugas spesifik dan tujuan jangka pendek, melainkan juga memperhatikan pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan mendorong anggota tim untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan pengembangan. Dalam kepemimpinan yang responsif, pengambilan keputusan bukanlah hak prerogatif pemimpin semata tetapi melibatkan seluruh tim untuk mencapai tujuan bersama secara efisien. 

Selain itu, aspek penting dari kepemimpinan yang agile adalah komunikasi yang baik dan transparansi. Pemimpin harus memiliki keterampilan untuk memotivasi dan membimbing tim melalui perubahan-perubahan yang terjadi. Peran pemimpin adalah sebagai fasilitator dan mentor yang membantu tim mencapai tujuan bersama, serta merangsang kreativitas dan inovasi di dalam perusahaan.

Baca juga  Participative Leadership: Pengertian, Prinsip, dan Contoh Penerapannya

Apa yang Membedakannya dengan Gaya Kepemimpinan Tradisional?

Meskipun berada di dalam ranah kepemimpinan, konsep agile leadership secara signifikan berbeda dengan model kepemimpinan konvensional dalam lingkungan perusahaan.

Perbedaan tersebut terlihat dalam pendekatan kepemimpinan tradisional yang cenderung hanya membuat berbagai skenario dan merencanakan jangka panjang. Di sisi lain, agile leadership lebih berfokus pada penetapan tujuan, cara mencapainya dan pengembangan strategi untuk mencapai visi perusahaan.

Pemimpin dengan pendekatan agile lebih suka membimbing anggota tim agar dapat mandiri, daripada mengambil kendali atas pekerjaan yang harus diselesaikan. Selain itu, mereka juga lebih proaktif dalam mendapatkan informasi dan mendekati sumber informasi tersebut, daripada menunggu laporan dari anggota tim mereka.

Kapasitas yang Wajib Dimiliki oleh Agile Leadership

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa agile leadership menjadi salah satu gaya kepemimpinan dalam dunia perusahaan yang mampu mendorong anggota tim untuk bergerak dengan cepat, responsif, adaptif, dan memberikan dampak positif pada perusahaan. 

Pemimpin seperti ini perlu memiliki setidaknya tiga kapasitas kunci untuk mengimplementasikan transformasi yang bersifat agile.

1. Pemimpin tersebut harus mengalami transformasi dalam pola pikir (mindset) dan perilaku mereka, kemudian mengadopsi mindset yang berbasis pada prinsip-prinsip agile untuk diri mereka sendiri. 

2. Pemimpin tersebut perlu memimpin transformasi di dalam tim, serta mengarahkannya untuk bekerja dengan cara yang baru dan lebih efektif. 

3. Pemimpin tersebut juga harus memiliki kapabilitas untuk mentransformasikan organisasi dengan membangun budaya perusahaan yang bersifat agile.

Lima Prinsip Agile Leadership

Setelah mengetahui tiga kapasitas kunci di atas, selanjutnya akan dijelaskan lima prinsip yang harus ada pada agile leadership, antara lain:

1. Tindakan lebih dari sekadar kata-kata adalah kunci dalam kepemimpinan, di mana pemimpin tidak hanya menunjukkan perubahan sebagai elemen penting kesuksesan perusahaan tetapi juga aktif terlibat dalam proses perubahan itu sendiri.

Baca juga  Ketahui 5 Dimensi Pembentuk IDGs (Inner Development Goals)

2. Pemimpin berfokus pada meningkatkan kualitas berpikir untuk mencapai hasil yang optimal. Mereka akan lebih mengarah pada tindakan yang signifikan dengan mempertimbangkan perspektif yang beragam, memiliki pola pikir yang terstruktur dan memprioritaskan hal-hal yang penting.

3. Mereka selalu terbuka terhadap masukan dari lingkungan sekitar sebagai elemen krusial untuk terus melakukan perbaikan.

4. Mereka berusaha membangun pemahaman bersama dan tujuan melalui visi perubahan yang bermakna dan realistis, sehingga seluruh tim dapat saling menginspirasi dalam pencapaian tujuan bersama.

5, Mereka tidak hanya menginspirasi orang di sekitarnya untuk memberikan yang terbaik namun juga harus dapat dijangkau oleh para karyawannya, terbuka, jujur dan transparan. Hal ini berguna untuk memastikan bahwa semua inovasi dan kreativitas dapat diakomodasi secara optimal.

Bagaimana Cara Mengimplementasikan Agile Leadership?

Setelah memahami segala informasi mengenai kepemimpinan agile, tentu saja Anda ingin mengetahui bagaimana cara mengimplementasikannya dalam dunia bisnis. Berikut adalah beberapa metode yang dapat Anda coba untuk menerapkan kepemimpinan agile:

1. Membangun Tim yang Solid

Penting bagi seorang pemimpin untuk memahami kebutuhan dan keahlian masing-masing anggota tim. Tim yang solid adalah tim yang dapat berkolaborasi, secara efektif dalam situasi yang dinamis dan berubah.

Untuk mencapai hal ini, pemimpin perlu memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki peran yang jelas dan keterampilan yang sesuai dengan tugas mereka. Pemimpin juga harus mendorong kolaborasi dan komunikasi terbuka di antara anggota tim, serta menggalakkan budaya pembelajaran timbal-balik di antara mereka.

2. Mengusung Budaya Kerja yang Responsif

Dalam menerapkan budaya kerja yang responsif, pemimpin perlu mendorong inovasi dan eksperimen dalam organisasi. Budaya kerja responsif dalam agile leadership adalah budaya yang memungkinkan organisasi beradaptasi cepat terhadap perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan.

Untuk mencapai tujuan ini, pemimpin harus memberikan dorongan kepada anggota tim lainnya untuk mengambil risiko dalam mencoba hal-hal baru dan memberikan umpan balik yang konstruktif. Selain itu, pemimpin harus memastikan bahwa perusahaan memiliki proses dan sistem yang fleksibel.

Baca juga  4 Cara Efektif Membangun Innovative Team dalam Perusahaan

3. Menerapkan Prinsip Agile Leadership dalam Proses Bisnis

Dalam menerapkan prinsip agile leadership dalam proses bisnis, pemimpin harus memastikan bahwa perusahaan memiliki proses yang sederhana, fleksibel, dan transparan. Proses bisnis dalam konteks agile leadership harus dapat menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan dalam lingkungan bisnis.

Untuk mencapai hal ini, pemimpin harus mengadopsi pendekatan yang interaktif dan memastikan partisipasi setiap anggota tim dalam pengambilan keputusan. Pemimpin juga perlu mendorong penggunaan teknologi dan alat kerja yang sesuai untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.

Penutup

Dalam pemasaran modern, di mana perubahan adalah konstan, pendekatan agile menjadi kunci keberhasilan. Fleksibilitas, responsivitas, kolaborasi tim, peningkatan efisiensi, penghematan sumber daya, dan kecepatan peluncuran produk adalah manfaat utama dari mengadopsi agile marketing

Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan cepat dan merespon perubahan pasar akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Oleh karena itu, agile marketing bukan hanya suatu pendekatan, tetapi suatu keharusan untuk sukses dalam bisnis dan pemasaran saat ini.

Anda dapat mempelajarinya lebih secara lebih mendalam di program Entrepreneurial Marketing – MBA (ENMARK – MBA). Program ini dirancang khusus untuk para pemimpin bisnis generasi selanjutnya untuk belajar tentang pemasaran, manajemen, strategi bisnis, dan pola pikir kewirausahaan dalam pelaksanaan bisnis.

Program ini nantinya akan mengadakan berbagai kelas yang langsung diajarkan oleh akademisi terbaik dari marketing thinker SBM ITB dan pengajar profesional dari MarkPlus Institute. Output dari program ini diharapkan dapat mencetak para pemimpin masa depan yang akan membantu membangun ekosistem kewirausahaan di tingkat nasional maupun internasional.

Tunggu apalagi? Simak informasi selanjutnya di sini.

Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment