Dalam era pemasaran yang terus berkembang, istilah Brand Activation menjadi semakin menarik karena mencakup serangkaian taktik yang dirancang untuk menciptakan pengalaman yang mendalam bagi konsumen, serta ikatan emosional yang kuat antara merek dan audiens-nya.

Dengan kata lain, kegiatan ini mampu meningkatkan brand awareness, loyalitas konsumen kepada merek perusahaan dan mendatangkan keuntungan lainnya bagi perusahaan. Artikel ini akan membahas serba-serbi mengenai brand activation, mulai dari definisi, manfaat, jenis, hingga contoh implementasinya. Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Apa itu Brand Activation?

Brand activation adalah upaya perusahaan untuk memotivasi pelanggan agar terlibat aktif dengan produknya. Tujuan utamanya yaitu menciptakan kesadaran merek, membangun hubungan yang berkelanjutan dengan audiens dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Dengan cara ini, pelanggan tidak hanya berinteraksi dengan merek melalui iklan, tetapi juga dapat melihat, mencoba dan merasakan langsung produk yang ditawarkan. 

Contoh konkret dari brand activation dapat ditemukan pada acara pameran otomotif, seperti Indonesia International Motor Show (IIMS). Di sini, pelanggan memiliki kesempatan untuk merasakan sendiri fitur-fitur dan kemewahan mobil keluaran terbaru melalui test drive. Hal ini tidak hanya menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi pelanggan namun juga mengukuhkan kesan positif terhadap merek tersebut.

Contoh lainnya adalah kegiatan pameran yang dilakukan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Biasanya, mereka akan memberikan produk gratis untuk dicoba dan berinteraksi secara langsung dengan pelanggan potensial. Tujuannya agar pelanggan merasakan pengalaman yang lebih spesial daripada sekadar melihatnya dari iklan. 

Baca juga  5 Metode Consumer Research (Riset Konsumen) yang Paling Efektif dan Efisien

Jenis-jenisĀ  Brand Activation

Ada beberapa bentuk atau jenis brand activation yang biasa dijumpai, antara lain:

1. Direct Marketing Activation

Sesuai dengan namanya, jenis brand activation ini bertujuan untuk meningkatkan koneksi emosional antara perusahaan dan pelanggan secara langsung. Contoh implementasinya dapat ditemukan dalam bentuk direct marketing, seperti wawancara melalui siaran televisi, radio dan media cetak.

Peningkatan interaksi dengan pelanggan juga dapat terjadi melalui kegiatan sampling dan in-store activation yang juga merupakan bagian dari teknik brand activation dengan pendekatan direct marketing.

2. Marketing Event Activation

Umumnya dilaksanakan melalui penyelenggaraan event khusus. Contohnya seperti kontes kecantikan, pameran, perayaan acara spesifik, dan sebagainya. Di sini, perusahaan akan berupaya melakukan interaksi secara langsung dengan para pelanggannya.

3. Social Media Activation

Perusahaan umumnya berusaha membangun komunitas khusus di media sosial yang terdiri dari para pengguna setia merek tersebut. Komunitas ini dapat ditemukan di berbagai platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, X, Telegram, dan lain sebagainya.

4. Sponsorship Activation

Perusahaan akan berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan oleh pihak ketiga sebagai sponsor yang memberikan dukungan finansial untuk acara tersebut. Dengan peran ini, perusahaan biasanya akan mendapatkan ruang atau segmen khusus di dalam acara tersebut sebagai sarana untuk berinteraksi dengan para pelanggan. Beberapa jenis acara yang sering digunakan sebagai wadah untuk aktivasi merek melibatkan bidang kecantikan, musik, olahraga, dan lain sebagainya.

5. Promotion Activation

Teknik memanfaatkan penawaran dan promosi tertentu untuk meningkatkan kualitas interaksi dengan pelanggan. Beberapa jenis penawaran yang biasa ditemukan berupa diskon khusus, peluncuran produk baru, undian hadiah menarik, serta acara yang melibatkan brand ambassador.

Manfaat Brand Activation

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa teknik brand activation banyak digunakan karena memiliki segudang manfaat yang bisa diperoleh perusahaan. Berikut ini akan dijelaskan secara rinci, antara lain:

  1. Menciptakan dan memperkuat Interaksi dengan pelanggan
  2. Meningkatkan brand awareness, sehingga merek lebih mudah dikenali dan diingat oleh konsumen.
  3. Mengubah persepsi pelanggan terhadap produk atau bisnis dan membuka ruang untuk citra yang lebih positif dan menarik.
  4. Membangun keterikatan emosional antara pelanggan dan perusahaan sebab saat ini kebanyakan konsumen menginginkan hubungan yang lebih dalam dengan merek yang mereka beli.
  5. Efektif digunakan dalam proses rebranding dan membantu memperkenalkan fitur atau layanan baru kepada pelanggan.
  6. Dengan berinteraksi secara langsung dengan pelanggan, brand activation dapat membantu mengurangi biaya pemasaran, membuatnya lebih terjangkau dan efisien.
  7. Terbukti lebih efektif dalam membangun hubungan dan meraih kesuksesan pemasaran.
Baca juga  7 Alasan Pentingnya Circular Economy bagi Bisnis Berkelanjutan

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat dikatakan bahwa brand activation mampu membentuk fondasi yang kuat untuk membangun, mempertahankan dan meningkatkan citra suatu merek. Anda bisa mempelajari hal ini di program Executive MBA in Strategic Marketing SBM ITB bersama MarkPlus Institute

Program ini merupakan pascasarjana pertama dan satu-satunya dalam bidang pemasaran strategis di Indonesia yang dirancang untuk memberikan Anda pemahaman tentang bagaimana strategi pemasaran harus dirumuskan dalam lanskap Indonesia dan ASEAN.

Sebagian besar mata pelajaran dibuat untuk memberikan sudut pandang yang lebih kontekstual sesuai dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini dan di masa mendatang sehingga cocok untuk Anda yang telah memiliki pengalaman kerja berkualitas tinggi dan ingin menambah pengetahuan tentang strategic marketing.

Tunggu apalagi? Pantau informasi pendaftarannya di sini.

Avatar for Atha Hira
SEO Writer

Leave a Comment