New year new Skills!

By

Kintan Ardiyansyah

| Published

Mindset Entrepreneur

Dalam era transformasi digital yang terus berkecamuk, kita dihadapkan pada tantangan yang memerlukan kesiapan dan adaptabilitas yang tinggi. Perubahan pesat dalam dunia kerja menuntut kita untuk terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan agar tetap relevan. Inilah mengapa upskilling dan reskilling menjadi kunci sukses bagi siapa pun yang ingin menjelajahi puncak karier dan memahami dinamika yang berkembang pesat.

Revolusi industri saat ini akan beranjak ke Industri 6.0. Dimana perubahan ini dapat dirasakan secara signifikan. Mulai dari industri yang dikuasai oleh mesin-mesin besar, hingga kini manusia harus beradaptasi dengan Artificial Intelligence.

Kemajuan teknologi dan informasi turut berdampak pada dunia bisnis. Seperti perusahaan membutuhkan SDM yang memiliki kemampuan yang lebih luas dan lebih sesuai dengan kebutuhan zaman. Sejarah menunjuakkan bahwa teknologi tidak hanya menciptakan pergeseran sektor, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru.

Upskilling dan reskilling bukan lagi sekadar opsi, melainkan suatu kebutuhan esensial. Artikel ini akan membahas dengan mendalam tentang arti penting dari konsep ini, menguraikan perbedaan antara keduanya, serta memberikan panduan praktis untuk memulai perjalanan pengembangan diri.

Berikut 8 skill yang dibutuhkan pada masa mendatang:

  1. Social Intelligence: Para pekerja akan lebih mudah menjalin relasi langsung dan personal dengan orang lain. 
  2. Digital Fluency: Perkembangan dunia digital menjadi suatu kewajiban untuk memahami tools digital.
  3. Critical Thinking: Perusahaan lebih memilih individu yang memiliki critical thinking dalam mengevaluasi pekerjaan.
  4. Creative and Inovative: Inovasi inilah yang menjadi cikal bakal skill kreatif dan inovatif manusia sehingga mampu menciptakan inovasi yang bersifat novelty dan lebih kreatif.
  5. Sense Making: Mampu memahami kondisi dan bertindak atas lingkungan dan peristiwa di sekitarnya, terutama yang berkaitan dengan stimulan baru.
  6. Leadership: Jiwa kepemimpinan mampu memimpin tim dengan baik, menghasilkan ide, pemikiran agar tujuan dari kerjasama dapat segera dicapai.
  7. Communication: Memiliki kemampuan public speaking dan presentasi akan membuat pekerja lebih percaya diri, mudah menyampaikan ide & gagasan.
  8. Virtual Collaboration: Kemampuan ini dibutuhkan untuk mampu bekerja secara efektif sekaligus memiliki keterikatan dan benar-benar hadir sebagai anggota tim dalam bentuk virtual.

Apa itu Upskilling?

  •  Karyawan mempelajari keterampilan tambahan untuk    menjadi lebih baik dalam pekerjaannya
  •  Keterampilan yang dilatih berkaitan dengan pekerjaan
  •  Biasa tidak berkontribusi untuk mengubah karir
  •  Difasilitasi dengan training
  •  Membantu organisasi mengembangkan talenta karyawan
Baca juga  Halo Effect: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Apa itu Reskilling?

  •  Karyawan mempelajari keterampilan baru untuk    melakukan pekerjaan yang berbeda
  •  Keterampilan yang dilatih tidak berkaitan dengan            pekerjaan 
  •  Berkontribusi untuk mengubah karir 
  •  Difasilitasi dengan meniru pekerjaan karyawan lain 
  •  Membantu organisasi mempertahankan talenta terbaik 

Karyawan menerapkan 75% skill baru yang mereka pelajari dengan dynamic approach.

Tingkatkan skill kamu dengan pelatihan yang disediakan oleh MarkPlus Institute!

Leave a Comment