Decision Making, Skill Penting dalam Dunia Bisnis

By

Fachri Rizki

| Published

Decision Making

Seperti yang kita semua ketahaui, kemampuan decision making atau pengambilan keputusan adalah sebuah skill penting untuk mencapai keberhasilan di dalam dunia bisnis yang kompetitif dan dinamis saat ini.

Sebab, decision making yang diambil oleh para pemimpin bisnis memiliki dampak yang signifikan terhadap arah dan keberlanjutan bisnis ke depannya. Maka itu, penting untuk memahami konsep pengambilan keputusan strategis yang tepat secara mendalam.

Di dalam artikel ini, MarkPlus Institute ingin membahas mengenai apa itu decision making, manfaat, skill yang dibutuhkan, hingga proses decision making. Agar lebih jelas, yuk simak selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Decision Making?

Decision making atau pengambilan keputusan adalah serangkaian proses yang diambil oleh individu untuk menentukan berbagai pilihan dan tindakan yang harus dilakukan di dalam situasi tertentu.

Decision making adalah skill penting yang digunakan untuk memilih solusi terbaik dalam menghadapi tantangan atau permasalahan. Dengan decision making, Anda mampu membuat keputusan akurat berdasarkan informasi-informasi relevan yang telah dipertimbangkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita dihadapkan oleh berbagai pilihan yang membutuhkan keputusan. Tak terkecuali di dunia bisnis, di mana kemampuan untuk melakukan decision making sangat krusial untuk memandu arah bisnis ke depannya dengan jelas. 

Proses pengambilan keputusan yang baik melibatkan langkah-langkah, seperti mengidentifikasi masalah atau tujuan, mengumpulkan data, mengevaluasi opsi yang ada, mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan, dan akhirnya memilih tindakan yang dianggap paling baik.

Keterampilan pengambilan keputusan yang baik sangat penting dalam dunia bisnis. Sebagai seorang pemimpin atau profesional, kemampuan untuk membuat keputusan yang cerdas dan tepat merupakan atribut kepemimpinan yang berharga karena dapat memengaruhi bisnis secara keseluruhan. 

Kemampuan ini menunjukkan kapasitas Anda untuk berpikir objektif dan mempertimbangkan berbagai opsi dengan bijak. Selain itu, kemampuan decision making yang baik mampu membangun kepercayaan rekan kerja dan memperkuat budaya perusahaan.

Apa Manfaat dari Decision Making?

Pengambilan keputusan memiliki banyak keuntungan penting bagi bisnis. Adapun manfaat dari decision making adalah sebagai berikut:

Menyajikan Lebih Banyak Informasi

Dalam decision making, banyak proses yang melibatkan pengumpulan dan analisis informasi yang relevan. Dengan melibatkan berbagai sumber dan perspektif, keputusan yang diambil akan didukung oleh data yang lebih lengkap dan akurat.

Baca juga  Golden Circle: Definisi, Komponen, dan Manfaatnya

Meningkatkan Partisipasi Tim

Selanjutnya, manfaat dari decision making adalah meningkatkan partisipasi tim. Sebab, proses pengambilan keputusan akan melibatkan banyak individu di dalamnya, yang mana dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyumbang pendapat. Dengan begitu, rekan kerja akan merasa dihargai dan memiliki kontribusi yang berarti.

Menyediakan Lebih Banyak Alternatif

Berikutnya, manfaat decision making adalah mampu menyediakan berbagai alternatif. Di dalam prosesnya, banyak melibatkan eksplorasi alternatif dan opsi yang tersedia. Dengan mempertimbangkan lebih banyak pilihan, peluang untuk menemukan solusi yang lebih baik dan inovatif menjadi lebih besar.

Membantu Memperkuat Organisasi Perusahaan

Terakhir, manfaat decision making adalah dapat memperkuat organisasi perusahaan secara keseluruhan. Dengan menghadapi tantangan dan mencari solusi bersama, ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang efisien dan kolaboratif.

Decision Making Skill yang Dibutuhkan

Apakah Anda sadar bahwa saat mengambil keputusan, sebenarnya Anda menggunakan berbagai macam keterampila? Betul sekali, berikut beberapa keterampilan yang berkontribusi dalam decision making adalah:

Problem-solving (Pemecahan Masalah)

Dalam decision making, Anda membutuhkan kemampuan problem-solving atau pemecahan masalah. Sebab, skill ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis situasi, dan mencari solusi yang efektif.

Leadership (Kepemimpinan)

Skill selanjutnya yang dibutuhkan dalam decision making adalah leadership atau kepemimpinan, di mana Anda harus bisa mengarahkan dan mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan bersama.

Reasoning (Penalaran)

Reasoning atau penalaran merupakan kemampuan yang wajib dimiliki dalam decision making, di mana Anda harus menggunakan logika dan pemikiran kritis dalam mempertimbangkan berbagai opsi sebelum membuat keputusan.

Intuition (Intuisi)

Berikutnya adalah intuition atau intuisi. Kemampuan ini mengharuskan Anda mengandalkan insting atau perasaan dalam mengambil keputusan yang sulit ketika informasi yang jelas tidak tersedia.

Teamwork (Kerja Sama Tim)

Skill berikutnya dalam decision making adalah teamwork atau kerja sama tim. Kemampuan ini mewajibkan Anda untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan anggota tim lainnya untuk mencapai tujuan bersama.

Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional)

Keterampilan yang dibutuhkan dalam decision making adalah emotional intelligence atau kecerdasan emosional, yang mana mengharuskan Anda untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi sendiri serta emosi orang lain dalam situasi pengambilan keputusan.

Creativity (Kreativitas)

Dalam decision making, Anda juga harus memiliki kemampuan untuk berpikir out-of-the-box, menghasilkan ide-ide baru, dan menemukan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan. Hal tersebut membutuhkan kreativitas sebagai sumber daya yang tak terbatas.

Time Management (Pengelolaan Waktu)

Terakhir adalah time management atau pengelolaan waktu. Kemampuan yang bertujuan untuk mengatur waktu dengan efektif dan memprioritaskan tugas-tugas yang penting dalam proses pengambilan keputusan.

Baca juga  Mengenal White Paper Marketing dan Fungsinya

Apa Saja Proses Decision Making?

Dalam proses decision making, perlu dibutuhkan serangkaian langkah yang diambil untuk mencapai keputusan yang akurat. Berikut beberapa proses pengambilan keputusan yang bisa Anda gunakan dalam bisnis. Di antaranya:

Defining Business Problem & Identifying Root Causes

Tahapan pertama adalah defining business problem & identifying root causes. Dalam tahap ini, Anda perlu memiliki kemampuan berpikir secara analitis (analyticial thinking) yang baik dan tajam dalam menyelesaikan masalah agar menjadi problem-solver yang efektif bagi bisnis.

Dalam mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, Anda dapat menggunakan Minto Pyramid, sebuah pendekatan atau metode yang bertujuan untuk menganalisis permasalahan secara terstruktur dan sistemasi menggunakan piramida.

Dalam Minto Pyramid, terdapat tiga aturan penting untuk merumuskan masalah. Di tingkat atas, terdapat “permasalahan utama” yang berisi ringkasan dari ide-ide. Kedua, ada fakta pendukung permasalahan utama. Di tingkat bawah atau terakhir, yaitu elemen-elemen pendukung fakta yang menjadi dasar dari alasan dan implikasi tersebut.

Setelah mengidentifikasi isu yang ada, selanjutnya Anda dapat memanfaatkan critical thinking untuk menemukan akar permasalahan yang tepat. Di sini, Anda bisa menganalisis akar penyebab masalah atau isu yang dimiliki dengan menggunakan 5 Whys & Fishbone Analysis.

5 Whys adalah metode yang digunakan untuk mendalami pemahaman tentang akar penyebab suatu masalah yang dihadapi. Metode ini mengacu pada teknik bertanya hingga rata-rata lima kali, mengenai mengapa suatu masalah bisa terjadi, sampai membawa Anda ke akar masalah. 

Dalam menemukan akar masalah, Anda juga bisa memanfaatkan Fisbone Analysis, suatu alat analisis yang memberikan cara berpikir sistematis dalam melihat dampak dan penyebab dari dampak tersebut.

Developing Effective Solutions & Decision-Making

Kedua, terdapat tahap developing effective solution & decision-making. Anda bisa memanfaatkan creative thinking dan Lotus-Blossom Technique untuk menghasilkan gagasan baru dan mengembangkan berbagai ide alternatif secara sistematis, serta terstruktur.

Dalam Lotus-Blossom Technique, inti pemikiran atau masalah yang ingin diselesaikan ditempatkan di tengah dan dikelilingi oleh kotak-kotak kecil yang mewakili topik terkait. Setiap kotak berisi pertanyaan atau tema yang merangsang pemikiran kreatif. 

Selanjutnya, ide-ide tersebut dikembangkan di setiap kotak dan dapat dieksplor lebih lanjut dengan menghubungkannya dengan kotak lain. Proses ini membantu menghasilkan pemikiran yang lebih luas dan menemukan alternatif solusi yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya.

Setelah mengetahui cara berpikir kreatif menggunakan creative thinking dan Lotus-Blossom Technique, lantas langkah selanjutnya adalah membuat keputusan yang tepat (decision making) dengan memanfaatkan Pro-Cons Analysis.

Pro-Cons Analysis adalah metode yang digunakan untuk menentukan keputusan dengan mempertimbangkan dampak yang merugikan dan hasil positif dari suatu keputusan yang telah dibuat. 

Baca juga  Networking dan 5 Manfaatnya dalam Dunia Kerja

Dalam analisis ini, Anda membuat daftar pro dan kontra terkait dengan setiap opsi yang ada, dan kemudian mengevaluasi poin-poin tersebut berdasarkan dampak yang dihasilkan dan tingkat kesulitan dalam implementasinya. 

Dengan cara ini, Anda dapat secara sistematis mengevaluasi semua aspek yang relevan dalam decision making, sehingga memungkinkan Anda untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi dan mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan.

Building Initiative Plan

Terakhir, Anda bisa melakukan perencanaan dari ide-ide yang telah dihasilkan sebelumnya dengan menggunakan Project Planning, sebuah metode pembuatan rencana proyek secara strategis yang diperlukan untuk mendefinisikan terlebih dahulu project yang akan dikerjakan.

Saat Project planning, Anda bisa menggunakan Project Charter yang digunakan sebagai tahapan awal sebelum melaksanakan eksekusi proyek. Penentuan goals dapat menggunakan metode SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Time-bound) untuk membantu membuat sebuah tujuan yang jelas, terukur, dapat dicapai, selaras dan memiliki batas waktu tertentu.

Selanjutnya, Anda bisa mengeksekusi planning dengan menggunakan alat yang bernama Gantt Chart, tabel yang menyediakan informasi pelaksanaan aktivitas secara lengkap mulai dari awal sampai akhir.

Implementasi proyek dengan membuat Gantt Chart dapat dilakukan setelah menyusun Project Charter. Gantt Chart dapat berisi timeline atau lini waktu kegiatan dengan jelas dan lengkap, mulai dari hari, minggu, bulan, hingga tahun.

Pada intinya, Project Charter membantu dalam merumuskan tujuan dan sumber daya yang dibutuhkan, sedangkan Gantt Chart membantu dalam mengatur jadwal dan tugas yang harus dilakukan. 

Kesimpulan

Bisa ditarik kesimpulan, decision making adalah keterampilan penting yang dibutuhkan dalam dunia bisnis untuk menghasilkan keberhasilan jangka panjang. Para profesional dan eksekutif perlu mengembangkan keterampilan decision making agar mahir dalam menghadapi lingkungan bisnis yang terus berubah.

Maka dari itu, Executive Education Program by MarkPlus Institute hadir untuk membantu para profesional dan eksekutif dalam meningkatkan keterampilan decision making yang strategis di berbagai aspek. 

Executive Education Program membantu profesional dan eksekutif untuk memberikan pemahaman mendalam terkait decision making, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan dan analisis informasi, pemilihan strategi, dan implementasi yang efektif. 

Selain itu, program ini juga membantu para peserta untuk mengembangkan keterampilan analitis, pemecahan masalah, dan kepemimpinan yang diperlukan dalam pengambilan keputusan yang kompleks.

Dalam menghadapi lingkungan bisnis yang kompetitif dan dinamis, para profesional dan eksekutif bisnis perlu terus meningkatkan kemampuan mereka dalam pengambilan keputusan strategis. 

Jadi, jangan ragu untuk mengikuti Executive Education Program yang fokus pada strategic decision making dan tingkatkan karir Anda dalam dunia bisnis yang semakin kompleks. Ayo segera ambil langkah untuk meningkatkan keterampilan dalam decision making dan #PerluasKapasitas untuk karir Anda sekarang!

Avatar for Fachri Rizki
SEO Content Writer at MarkPlus Institute

Leave a Comment