Ardhi Ridwansyah, Chief Operations MarkPlus Institute juga penulis buku pemasaran dan bisnis telah meluncurkan sebuah buku berjudul “Instant Marketing for Busy People”. Benar, buku ini ditargetkan untuk membantu orang-orang sibuk yang ingin belajar marketing. Dari buku ini, Anda bisa mendapatkan intisari dari pemasaran.

Dengan konten ringkas yang sudah diseleksi dilengkapi dengan grafik visual, Anda dapat menikmati dan memahaminya dengan instan. Maka dari itu, buku ini sangat cocok untuk dinikmati berbagai kalangan, mulai dari praktisi, akademisi, hingga orang yang ingin mendalami marketing.

Sering kali orang salah tafsir dengan kata “marketing”. Marketing atau pemasaran kerap kali diartikan sebagai selling, advertising, packaging, ataupun branding. Semua itu hanyalah bagian kecil dari marketing.

Pemasaran bukan sekedar menjual, melainkan serangkaian institusi dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, melakukan pertukaran serta menyampaikan penawaran yang memiliki value (nilai) bagi pelanggan, partner, serta masyarakat luas. Begitulah penulis Ardhi Ridwansyah mengartikan pemasaran.

Prosesnya dilakukan dengan penciptaan, pengkomunikasian, pertukaran, dan penyampaian. Penciptaan meliputi pembuatan produk dan membangun merek. Kemudian dikomunikasikan dengan melakukan promosi dan penjualan. Melakukan pertukaran dengan harga yang telah ditentukan. Lalu disampaikan dengan mendistribusikan hingga ke tangan yang membutuhkan.

Tujuan utama yang ingin dihasilkan dari kegiatan pemasaran ialah memberikan penawaran yang memiliki value (nilai). Dengan pelanggan, partner, dan masyarakat sebagai sasarannya.

Value adalah persepsi konsumen tentang manfaat apa yang mereka dapatkan dibandingkan dengan apa yang harus mereka berikan. Manfaat yang diterima dapat berbentuk fungsional, emosional, dan juga sosial dengan membayarkan sejumlah biaya. Value ini kemudian harus dihantarkan melalui strategi dan taktik yang tepat. Maka dari itu, arsitektur pemasaran terdiri dari 3 elemen utama yakni, strategi, taktik, dan value.

Strategi memunculkan pilihan-pilihan bagi perusahaan. Sehingga, strategi berperan sebagai panduan bagi perusahaan untuk menentukan aktivitas apa saja yang akan ataupun tidak akan dilakukan. Strategi ini membantu pemasar menyusun taktik yang konsisten dan tepat sasaran.

Baca juga  Inovasi Summarecon Villaggio yang Mengubah Pengalaman Berbelanja

Sementara itu, taktik adalah aktivitas-aktivitas yang lebih konkret dan dapat dirasakan oleh target pelanggan. Taktik dapat berupa produk yang dikonsumsi pelanggan, kampanye promosi, ataupun melalui sales person yang pelanggan temui. Taktik merupakan pendetailan teknis dari strategi.

Lalu yang terakhir, value meliputi cara-cara perusahaan untuk mengoptimalkan nilai yang diterima oleh pelanggan. Salah satu caranya adalah dengan menambah manfaat yang dapat dirasakan pelanggan, baik secara fungsional, emosional, ataupun sosial. Cara lainnya adalah dengan mengurangi harga atau biaya-biaya yang harus dikeluarkan.

Menyusun strategi pemasaran dapat dilakukan melalui tiga proses yakni, segmentasi, targeting, dan positioning. Segmentasi adalah proses membagi pasar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil berdasarkan karakteristik tertentu. Karakteristiknya biasanya tergambar dengan variabel umum yang kerap digunakan sebagai dasar dalam melakukan segmentasi, misalnya variabel geografis, demografis, psikografis, atau perilaku. Pada tahapan proses yang satu ini, tantangannya adalah menentukan kriteria yang paling tepat bagi produk Anda.

Proses yang kedua, ialah menentukan segmen pelanggan mana yang akan dilayani. Perusahaan dapat membuat keputusan berapa segmen yang akan dilayani. Setiap segmen harus dilayani secara berbeda, karena tentunya karakteristiknya pasti berbeda-beda. Kriteria yang dapat dipertimbangkan antara lain adalah ukuran segmen, pertumbuhan segmen, competitive advantage perusahaan, dan tingkat kompetisi pada segmen tersebut.

Positioning menjadi proses terakhir dalam strategi. Proses ini membantu perusahaan dalam menentukan persepsi seperti apa yang ingin dibentuk di benak konsumen mengenai produk atau jasa yang ditawarkan.

Lanjut pada elemen kedua, yakni taktik. Taktik juga dilakukan dengan tiga proses yaitu, diferensiasi, marketing mix, dan selling. Diferensiasi adalah proses dimana perusahaan berusaha membuat perbedaan dengan mengintegrasikan konten, konteks, dan infrastruktur dari penawaran kepada pelanggan. Proses ini sangat penting karena krusial bagi perusahaan untuk menetapkan unique selling point yang dapat memberi value berupa tambahan manfaat ataupun pengurangan biaya.

Baca juga  5 Langkah Pemasaran Strategis untuk Capai Tujuan Bisnis

Lalu, marketing mix membantu menyampaikan diferensiasi yang ditawarkan dalam bentuk produk, harga, promosi, serta saluran distribusi yang tersedia. Tujuannya adalah, agar pelanggan dapat merasakan diferensiasi yang dijanjikan oleh perusahaan.

Kemudian, selling menjadi proses terakhir dari taktik untuk menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Peran tim penjualan dalam proses ini ialah mengkomunikasikan dan juga menciptakan nilai tambah (value-added) dari produk.

Sampailah kita pada elemen yang terakhir, value. Marketing value dapat dilihat melalui tiga hal yakni, brand, service, dan juga process nya. Merek yang digambarkan dengan nama dan atau simbol, berperan sebagai pengenal sebuah produk atau jasa juga untuk menjadi pembeda dengan pesaing. Selain itu, merek dapat diibaratkan sebagai reputasi perusahaan. Maka dari itu, merek menjadi sebuah asset strategis bagi perusahaan.

Selanjutnya, service menjadi hal yang penting dalam penciptaan value. Untuk menilai layanan, dapat dilakukan dengan pendekatan service quality yang terdiri dari reliability, assurance, tangibles, responsiveness,dan empathy.

Setelah itu, perusahaan harus memahami proses dalam bisnis untuk dapat menuai hasilnya. Proses ini meliputi kualitas, biaya, dan penghantaran produk atau jasa dari perusahaan kepada tangan konsumen.

Buku karya Ardhi Ridwansyah ini mengupas tuntas intisari dari pemasaran. Untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif dalam waktu yang relatif singkat, Anda bisa mendapatkan buku bertajuk “Instant Marketing for Busy People” ini. Buku ini sangat cocok untuk Anda baca disela-sela kesibukan.

Avatar for Talitha Fakhira
Research and Development team

Leave a Comment